Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Jaksa tuntut tiga aktivis KNPB dengan dakwaan alternatif ketiga

Suasana sidang tiga aktivis KNPB di PN TIMIKA – jubi/ dok

Jayapura, Jubi – Sidang pidana untuk kasus dugaan makar terhadap Aktivis Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Yanto Awerkion, Sem Asso, dan Edo Dogopia dengan agenda pembacaan tuntutan oleh jaksa penuntut umum digelar di Pengadilan Negeri Kota Timika, Selasa siang (14/5/2019) .

Para terdakwa awalnya didakwa atas tiga pasal alternatif, yakni pertama Pasal 106 KUHP jo Pasal 87 jo Pasal 88 KUHP tentang makar, kedua Pasal 110 ayat (2) jo Pasal 88 KUHP tentang makar, serta ketiga Pasal 169 ayat (1) dan (3) KUHP tentang keterlibatan dalam perkumpulan yang bermaksud melakukan kejahatan.

Pada akhirnya jaksa hanya menuntut para terdakwa atas dakwaan alternatif ketiga, yaitu Pasal 169 ayat (1) dan (3) KUHP karena menjadi pengurus dari perkumpulan yang dianggap melakukan kejahatan. Terdakwa Yanto dituntut satu tahun penjara, Terdakwa Sem dituntut sepuluh bulan penjara, sedangkan terdakwa Edo dituntut delapan bulan penjara.

“Atas tuntutan tersebut, kami menyambut baik atas tidak digunakannya lagi pasal makar dalam penuntutan, karena memang terbukti dari fakta persidangan yaitu keterangan Para Terdakwa dan para saksi yang dihadirkan bahwa tidak ada upaya makar yang dilakukan” kata Veronika Koman lewat rilis yang dilayangkan kepada  Jubi, Selasa  (14/5/2019).

Patris Wetipo dari Lemasa yang selama ini mendampingi menjelaskan. Orang papua mau ibadah diskusi semua di jadikan itu makar padahal masyarakat papua melakukan sesuai dengan Undang-undang.

Loading...
;

Dan menurutnya Undang-Undang kebebasan berekspresi tidak berjalan di Papua. Malah cenderung dibungkam. Kebebasan berkumpul seolah terlarang. Tidak akan ada lagi karena untuk mencari keadilan di pengadilan di mainkan oleh negara ini.

” Hukum di Papua menjadi tumpul di atas tajam di bawah,” jelas Patris.

Dia juga menyayangkan hal kebebasan berkumpul dan berpendapat KNPB sebagai organisasi damai dituduh sebagai perkumpulan yang bermaksud melakukan kejahatan. Oleh karenanya, Penasihat Hukum akan menyampaikan pembelaan pada Jumat, 17 Mei 2019 jelasnya.(*)

Editor: Syam Terrajana

 

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top