HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Jalan rusak Distrik Tahota menelan korban jiwa

Tampak ‘kolam bebek’, lokasi berlumpur tebal di kampung Mameh, Distrik Tahota jalur trans Papua Barat. (Jubi/IST).

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Manokwari, Jubi – Jalur berlumpur trans Papua Barat di Kampung Mameh, Distrik Tahota Kabupaten Mansel, Papua Barat menelan satu korban jiwa. Silfester Siamma tutup usia dalam perjalanan Manokwari menuju Bintuni, tepatnya di sekitar “kolam bebek” ruas jalan Mameh-Bintuni yang paling ditakuti supir maupun warga saat melintas.

Belum diketahui hasil rekam medis tentang kepastian meninggalnya mendiang Silfester Siamma, namun berdasarkan  informasi dari Kepolisian setempat, bahwa korban meninggal dunia karena kelelahan dan sesak nafas, meski ada upaya  yang dilakukan oleh rombongan yang berjalan bersama korban, namun upaya tersebut tidak berhasil.

Juru bicara Polda Papua Barat, AKBP Mathias Krey, membenarkan tentang insiden meninggalnya satu warga Bintuni atas nama Silfester Siamma di ruas jalan trans Papua Barat tepatnya di ‘kolam bebek’, Kampung Mameh Distrik Tahota Kabupaten Mansel. Informasi tersebut diterima dari pelapor Markus Orocomna, Kepala Distrik Muskona Utara saat bersama korban.

Sesuai keterangan hasil pemeriksaan, kata Krey, korban bersama rombongan Kadistrik Muskona Utara, Markus Orocomna berjumlah  lima orang termasuk korban,  sebelumnya bertolak dari kabupaten Manokwari pada tanggal 10 Juni, pukul 13.00 Waktu Papua. Saat tiba di Kampung Mameh, Distrik Tahota (lokasi berlumpur) di jalan trans Papua Barat waktu sudah jelang malam sekira pukul 19.30 WP.

Loading...
;

Karena tidak dapat melanjutkan perjalanan dengan mobil dua gardan, akhirnya mobil dititipkan di salah satu camp perusahaan di ujung jalan berlumpur. Lalu korban bersama pelapor dan tiga saksi lainnya melanjutkan perjalanan dengan  berjalan kaki sambil masing-masing memikul beban (tas).

“Kami semua turun untuk jalan kaki, karena lumpur tebal sehingga mobil tidak bisa tembus. Kami jalan agak terpisah, dua orang sudah duluan, saya dan kepala kampung jalan sama-sama agak terpisah dari korban, karena dia (korban) jalannya lambat sehingga dia sendiri dari belakang. Karena  gelap, saya dan kepala kampung memutuskan untuk berhenti sejenak sambil menunggu korban. Namun saat ditemukan, korban mengaku sudah tidak mampu lanjut berjalan karena lelah disertai rasa pusing dan sesak nafas yang berujung meninggal dunia di Pukul 20.00 WP,” ujar Krey mengutip keterangan Markus Orocomna.

Terpisah, jalur berlumpur sepanjang lima kilo meter di Kampung Mameh Distrik Tahota, telah menjadi momok bagi supir maupun warga yang melintas saat berjalan kaki melawan lumpur dan jalan licin. Alat berat yang dijanjikan satker Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) wilayah IV juga hanya beraktivitas di  siang hari, itupun jika terpaksa yang butuh biaya patungan dari para supir untuk melicinkan alat berat guna membantu menarik kendaraan yang tertanam lumpur.

Terkait bayaran oleh supir kepada operator alat berat, Kasatker PJN wilayah IV Bintuni, Benyamin Pesurnay, membantahnya. Dia mengatakan, operator alat berat  yang disiagakan sama sekali tidak meminta bayaran dari para supir angkutan mobil dua gardan. Namun biaya tersebut merupakan kesepakatan sendiri antar para supir.

“Saya sudah tegaskan kepada operator alat berat dari Kontraktor yang melakukan pekerjaan di ruas jalan ini, supaya layani kendaraan yang tertanam secara gratis (tidak dipungut biaya). Jika ada, saya tidak segan-segan untuk cabut kontrak kerja,” ujar Benyamin kepada wartawan di ruas jalan Mameh-Bintuni.

Catatan Jubi, kolam bebek adalah sebutan familiar warga Bintuni untuk lokasi berlumpur tebal menyerupai kubangan sekira 50 meter, di Kampung Mameh Distrik Tahota Mansel di jalan Trans papua Barat. Selain sulit ditembus kendaraan dua gardan, warga  yang melintaspun harus menyiapkan fisik dan tanpa alas kaki untuk melewatinya. (*)

Editor : Edho Sinaga

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top