HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Jangan hanya menyalahkan masyarakat atas dampak Minol

Salah satu tokoh perempuan Jayawijaya, Helena Matuan (kemeja merah muda) saat hadir dalam konsultasi publik perdasi/perdasus oleh Bapempeda DPR Papua – Jubi/Arjuna.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Wamena, Jubi – Satu diantara tokoh perempuan di Kabupaten Jayawijaya, Helena Matuan menyatakan tidak adil jika hanya masyarakat disalahkan terkait dampak buruk peredaran minuman beralkohol (minol) di masyarakat Papua.

Ada berbagai oknum pejabat, aparat keamanan, kepala distrik hingga kepala kampung yang juga mengkonsumsi minol. Bahkan dalam beberapa kasus ada di antara oknum itu yang ketahuan terlibat di balik distribusi dan penjualan minol.

“Kalau bicara minol, jangan hanya menyalahkan masyarakat. Ada juga oknum TNI dan Polri mabuk. Bupati, wakil bupati, DPR, kepala distrik dan kepala kampung juga mabuk. Baru kemudian hanya rakyat yang selalu disalahkan. Inikah yang dinamakan keadilan?” kata Helena Matuan dalam konsultasi publik sembilan raperdasi/raperdasus oleh Badan Pembentukan Peraturan Daerah atau Bapemperda DPR Papua di Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya pada Jumat (9/8/2019).

Helena Matuan juga mengkritik program bantuan dari pemerintah kepada masyarakat selama ini. Misalnya bantuan beras, uang tunai dan lainnya. Katanya, bantuan langsung seperti itu justru membuat masyarakat malas lagi bekerja. Hanya menunggu uluran tangan pemerintah.

Loading...
;

“Banyak masyarakat dari kampung memilih tinggal di kota. Di kota mereka tak ada penghasilan, akhirnya muncul berbagai masalah. Siapa yang menciptakan ini,” ujarnya.

Kata Matuan, jika ingin masyarakat mandiri, memiliki penghasilan dan hidup layak mestinya pemerintah membimbing dan memfasilitasi sesuai kebutuhan matapencaharian warganya.

“Kalau pemerintah ingin masyarakat makan ikan, jangan berikan ikan. Tapi berikan mata kail dan peralat pancingnya, agar masyarakat berusaha memancing ikan sendiri,” ucapnya.

Terkait peredaran minol, anggota Bapemperda DPR Papua, Arnold Walilo mengatakan pihaknya telah mengesahkan perdasi pelarangan penjualan dan pembuatan minol di Papua. Kini kembali kepada pemerintah setiap kabupaten/kota di Papua apakah mau memberlakukannya atau tidak.

Sementara Anggota DPRD Jayawijaya, Jimy Asso mengatakan bisnis minol menjanjikan keuntungan berlipat ganda. Meski dilarang masih saja ada oknum yang melakukan berbagai cara untuk menjual atau mendistribusikan minol ke daerah-daerah tertentu.

Ia mencontohkan, di Jayawijaya telah ada pelarangan peredaran dan pembuatan minol. Namun masih saja sering ditemukan penjualan minol ilegal di kabupaten itu.

“Kalau ada barang, pasti ada konsumen. Kini ada jalan darat dari Jayapura ke Jayawijaya. Meski di beberapa titik sudah ada pos penjagaan, namun minol masih saja lolos. Pemasok mencari jalan lain menghindari pos penjagaan untuk masuk ke Wamena,” kata Asso. (*)

Editor: Edho Sinaga

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top