Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Jangan sampai ‘Bintang Empat’ turun kasta susul Sriwijaya FC

Persipura saat latihan di Stadion Mandala milik KONI Papua – Jubi/Dok

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Persebaya Surabaya dan Semen Padang beberapa musim lalu pernah turun kasta dari level utama ke divisi satu. Hal itu lumrah dalam kompetisi sepak bola kadang menang maupun kalah. Nasib nahas pun dialami oleh Sriwijaya FC, juara Copa Indonesia 2008 dan ISL 2008, turun kasta. Bukan tidak mungkin Persipura yang menyadang bintang empat bisa pula menyusul kalau tidak ada pembenahan sekadar bertahan di Liga 1 musim 2019 ini.

Nasib nahas dialami pula oleh Boaz dan kawan-kawan, kapten Persipura generasi terakhir 2004 sampai gagal membikin gol di depan pendukung Mutiara Hitam. Ada apa di balik kegagalan itu sementara klub berjuluk Mutiara Hitam butuh kemenangan agar tak kehilangan wibawa karena sudah berbintang empat?

Ternyata mau bintang empat kah, tujuh kah, delapan kah, sepak bola tetap butuh keseimbangan antara tim yunior dan senior. Regenerasi harus berjalan dengan mengandalkan pembinaan antar klub.

Ricardo Salampessy bilang kompetisi antar klub di Kota Jayapura harus berjalan teratur agar pemain berbakat terus bermunculan.

Loading...
;

”Melahirkan pemain bagus dan berbakat hanya lewat kompetisi,” kata Salampessy, mantan pemain Hamadi Putra FC, salah satu klub divisi utama Persipura.

Pemain-pemain muda Persipura pernah juara U-21, Todd dan kawan-kawan harus mulai mengambil peran, bahkan Gunansar Mandowen cetak gol penyelamat saat Boaz gagal bikin gol melawan Perseru Badak Lampung FC, Rabu (10/7/2019) di Stadion Mandala, markasnya Mutiara Hitam.

Dua kali meraih satu poin pertanda Stadion Mandala tak seangker dulu lagi. Klub baru dari Lampung bisa meraih satu poin. Pekan depan Boaz dan kawan-kawan melawan Madura United juga klub baru yang dihuni pemain pemain berkelas termasuk Greg Nkwolo, Fandri Imbiri, Engelbert Sani, dan David Lali. Persipura akan menghadapi Madura United dan beberapa mantan pemain Persipura.

Fakta hari ini jelas, berbeda dengan beberapa musim lalu, terakhir mungkin saat Mutiara Hitam juara Torabica Soccer Cup (TSC) 2016, setelah itu melorot jauh ke posisi 12. Saat ini Persipura masih betah berada di zona degradasi atau berada di posisi 16 klasemen dengan perolehan empat poin dari tujuh laga yang sudah dijalani. Empat poin tersebut didapat dari tiga kali mengalami kekalahan dan empat kali meraih hasil imbang.

Kondisi ini jelas membuat semua pihak ketar-ketir, karena Bintang Empat masih betah di zona degradasi, bahkan ada pihak mengatai pemain senior harus tahu diri. Persoalannya bukan mengatai pemain senior atau lempar kesalahan dan ganti pelatih? Tetapi bagaimana membangun komunikasi antara semua pihak dan permainan harus berjalan mulai dari kompetisi usia dini, muda, sampai senior. Seperti yang diungkapkan bek senior Persipura Salampesi, kompetisi harus berjalan teratur.

Lalu siapa yang harus menjalankan kompetisi itu? Sekadar mengingatkan instruksi Presiden Jokowi tentang percepatan pembangungan sepak bola nasional yang dikutip dari laman resmi Kemenpora pada rapat terbatas di Kantor Kemenpora 24 Januari 2017 lalu mengingat soal pembinaan sepak bola sejak usia dini. Pembenahan total atas sistem dan tata kelola sepak bola nasional. Pembinaan manajemen klub sepak bola.Mendorong peningkatan kuantitas dan kualitas infrastruktur sepak bola, mulai dari stadion atau tempat latihan lain yang memenuhi standar. Bagi Papua dan Persipura di Kota Jayapura kini memiliki stadion berstandar internasional dari Mandala, Papua Bangkit, sampai Stadion Barnabas Youwe.

Pembinaan usia dini masih sekadar festival sepak bola Danone sedangkan PSSI sendiri belum memaksimalkan fungsi dan kedudukan Asosiasi Kota (Askot), Asosiasi Kabupaten (Askab), dan Asosiasi Provinsi (Asprov) yang merupakan kepanjangan PSSI di kota, kabupaten, dan provinisi di seluruh Indonesia yang sudah berlangsung dari era ke era kepengurusan PSSI. Memang aturan klub musim Liga1 2019 telah dicanangkan ada pembinaan usia dini dan U-19 serta U-21 tetapi sekali lagi kompetisi antar klub harus berjalan teratur. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top