Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Jawab tuduhan Indonesia, Vanuatu : Kami dukung Papua bebas dari kolonialisme

Menteri Luar Negeri Vanuatu, Ralph Regenvanu – Asia Pacific Report

Jayapura, Jubi – Menteri Luar Negeri Vanuatu, Ralph Regenvanu mengatakan posisi Vanuatu sangat jelas terhadap persoalan West Papua sejak negara tersebut berdiri. Vanuatu tetap pada sikap anti kolonialisme dan mendukung rakyat West Papua dalam perjuangan dekoloniasi.

“Vanuatu tetap mendukung rakyat West Papua dalam perjuangan dekolonisasi,” kata Regenvanu.

Hal ini disampaikan Regenvanu kepada Jubi, menanggapi tuduhan Indonesia yang menyebutkan Vanuatu telah menyusupkan Benny Wenda untuk bertemu dengan Komisioner Tinggi HAM PBB, Michelle Bachelet.

Regenvanu membantah tuduhan tersebut. Ia menegaskan bahwa Benny Wenda telah terakreditasi di PBB sebagai anggota delegasi Vanuatu.

“Prosedur di PBB itu sangat ketat. Setiap orang yang masuk kantor tersebut telah terakreditasi melalui proses yang panjang, termasuk Benny Wenda yang terdaftar sebagai delegasi Vanuatu,” jelas Regenvanu.

Loading...
;

Lanjutnya, ini adalah kesempatan untuk mengangkat masalah West Papua di PBB, karena pada dasarnya masalah West Papua adalah urusan PBB. Dan ada orang yang bisamenggunakan kesempatan ini untuk memperjuangkan perhatian PBB atas kasus West Papua.

“Perjuangan rakyat Papua telah menjadi perhatian komunitas internasional dan Vanuatu akan terus membantu rakyat Papua mencapai cita-cita dan harapan,” ujar Regenvanu.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Vanuatu selalu mempertahankan pendiriannya dan dukungan di balik penentuan nasib sendiri untuk gerakan West Papua.

Vanuatu sangat konsisten dengan komitmen untuk West Papua. Vanuat yang memfasilitasi lahirnya ULMWP dan menjadi tuan rumah pertemuan ULMWP serta memberikan tanah untuk kantor ULMWP.

Sebelumnya, langkah Vanuatu yang memfasilitasi Benny Wenda, Ketua United Liberation Movement fot West Papua (ULMWP) bertemu Komisioner Tinggi HAM (KTHAM) PBB, Michelle Bachelet pada pekan lalu disebut oleh Kementerian Luar Negeri Indonesia sebagai langkah yang tidak menunjukkan “good intention”. Indonesia bahkan menuduh Vanuatu menyusupkan Benny Wenda dalam pertemuan di Jenewa, Jumat (25/1/2019) itu, dimana Benny Wenda menyerahkan petisi referendum rakyat Papua yang ditandatangani 1,8 juta orang. (*)

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top