Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Jayawijaya akan gelar ujian susulan untuk 6.654 siswa

Ujian akhir semester yang dilaksanakan di salah satu sekolah di Jayawijaya pada November lalu – Jubi/Islami

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Sebagian siswa yag berasal dari kampung-kampungbelum turun ke Wamena karena takut pasca insiden Wamena 23 September 2019. Sekolah meyakinkan mereka melalui gereja.

Sebenarnya pelajar SD hingga SMA/SMK di Kabupaten Jayawijaya sudah memasuki masa libur semester sejak 25 November 2019 hingga awal Januari 2019. Mereka liburan setelah menyelesaikan jadwal ujian Penilaian Akhir Semester (PAS) pada 18 November.

Sayang ujian yang jadwalnya dipercepat itu tidak diikuti seluruh siswa. Dinas Pendidikan dan Pengajaran Jayawijaya mencatat jumlah siswa di kabupate tersebut 16.071. Namun yang mengikuti ujian hanya 9.417 siswa.

Sebanyak 6.654 siswa tidak mengikuti ujian. Ini dampak dari insiden Wamena 23 September 2019 yang menyebabkan banyak siswa dan guru belum datang ke sekolah.

Menurut Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten Jayawijaya, ada beberapa kemungkinan sehingga banyak siswa yang tidak ikut ujian.

Loading...
;

Pertama, kemungkinan mereka masih berada di sekolah penitipan di luar Jayawijaya sehingga nanti saat kembali akan menyampaikan nilai dari hasil ujian akhir semester saat bersekolah di penitipan.

Kedua, kemungkinan ada siswa yang sudah pindah tetapi belum melaporkan kepindahannya ke Dinas Pendidikan dan Pengajaran Jayawijaya. Ketiga, ada juga yang memang tidak ikut ujian dan akan mengikuti ujian penilaian akhir semester susulan pada Januari 2020.

Dari data Dinas Pendidikan dan Pengajaran Jayawijaya ada beberapa sekolah tidak melaksanakan PAS karena memang rencananya akan melaksanakan PAS pada Januari nanti. Ada satu SD, satu SMA, dan satu SMK yang belum menyelenggarakan PAS tersebut.

Dinas Pendidikan juga sudah menerima nilai sebagian siswa dari sekolah penitipan.

“Hanya memang dilakukan validasi untuk dimasukan ke dalam data pokok pendidikan,” kata Sekretaris Dinas Pendidikan dan Pengajaran Jayawijaya, Bambang Budiandoyo.

Untuk itu, katanya, Pemerintah Kabupaten Jayawijaya melalui Dinas Pendidikan dan Pengajaran akan memfasilitasi siswa yang pada pertengahan November 2019 belum mengikuti Penilaian Akhir Semester (PAS) untuk mengikuti ujian susulan pada awal Januari 2020.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran Jayawijaya, Waldenhood Sinaga, mengatakan setelah dilakukan pendataan sekolah yang tidak melaksanakan PAS, nanti akan dibantu untuk dilanjutkan pada awal 2020.

“Bagi siswa yang belum ikut PAS di beberapa sekolah, kita minta dilanjutkan PAS di masing-masing sekolah, karena itu harus diikuti penilaian akhir semester untuk bisa mengikuti pendidikan semester berikutnya, terutama untuk kenaikan kelas, apalagi kelulusan kelas akhir,” kata Waldenhood.

Meski begitu, kata dia, hanya tersisa lima persen sekolah yang belum melaksanakan ujian. Bahkan ada juga sekolah yang sudah melaksanakan PAS, tetapi ada beberapa siswanya tidak bisa hadir.

“Itu pun akan diperhatikan baik yang keluar dari Wamena ke kampung, kecamatan, atau ke luar Wamena dan keluar Papua,” ujarnya.

Ia mengatakan Dinas Pendidikan dan Pengajaran sudah mengimbau siswa kembali ke sekolah, termasuk melalui pengumuman langsung.

“Bagaimana bisa menghadirkan siswa ini ikut ujian susulan karena semua proses penilaian pendidikan sudah berjalan dan nilai dari sekolah penitipan juga sudah harus masuk,” katanya.

Bupati Jayawijaya, Jhon Richard Banua, juga mengakui sudah 95 persen sekolah melaksanakan ujian akhir. Januari nanti ujian susulan tinggal sisa lima persen.

Sebelum melakukan ujian susulan ada tahapan-tahapan yang disampaikan oleh Dinas Pendidikan untuk memanggil siswa kembali.

“Kita sudah umumkan semua sekolah untuk kembali mengimbau anak-anak untuk ujian susulan,” kata bupati.

Bahkan, ia menyebut justru bagi sekolah-sekolah yang berada di luar kota telah melaksanakan ujian. Hal itu diakuinya setelah sering turun ke distrik dan ditanya seluruh tahapan telah dilakukan.

Kepala SMA Kristen Wamena, Rasinus, mengatakan dari total 500-an siswa di sekolah tersebut baru 126 siswa yang ikut ujian. Namun hal itu justru dianggap lumayan dari jumlah kehadiran dibandingkan sebelum dilakukan ujian.

“Karena rata-rata anak-anak kami dari pos-pos atau kampung yang cukup jauh, namun setelah membuat surat ke gereja-gereja di kampung agar anak sekolah kembali bersekolah sehingga cukup banyak yang ikut ujian,” kata Rasinus.

Hanya memang, kata dia, terutama masih banyak siswa masih merasa ketakutan.

“Tetapi semua kami fasilitasi dengan baik dan Januari nanti ada ujian susulan bagi anak-anak yang masih belum ikut ujian,” ujarnya.

Selain itu, Januari nanti juga dilakukan persiapan untuk ujian nasional bagi siswa kelas XII seperti simulasi.

“Alasan yang belum ikut ujian yang kami dapatkan, pertama mereka rata-rata masih berada di kampung, lalu mereka tidak berani datang ke Wamena karena ada yang masih beranggapan ketakutan karena banyak isu yang beredar tentang keberadaan aparat keamanan dan lain-lain,” katanya.

Meski pihak sekolah telah memberikan pemahaman kepada setiap siswa tentang kondisi saat ini, hanya saja masih ada siswa yang sulit menerima.

“Apalagi mendengar dari mulut ke mulut tentang isu-isu yang berkembang, sehingga masih merasa takut,” katanya. (*)

Editor: Syofiardi

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top