Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Jayawijaya percepat ujian akhir semester di sekolah

Siswa SMA YPPK Santo Thomas Wamena mengikuti ujian atau penilaian akhir semester – Jubi/Islami

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Berdasarkan kalender pendidikan nasional jadwal pelaksanaan ujian akhir semester atau Penilaian Akhir Sekolah (PAS) seharusnya mulai 2 Desember nanti. Namun Dinas Pendidikan Kabupaten Jayawijaya memutuskan untuk mengadakan PAS lebih cepat, mulai Senin 18 November 2019.

Pelaksanaan PAS berbeda setiap sekolah, ada yang memilih menggabungkan ujian tengah semester bersamaan waktunya dengan PAS.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Jayawijaya Bambang Budiandoyo mengatakan dipercepatnya jadwal ujian berdasarkan kesepakatan Pemkab Jayawijaya dengan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA/SMK se-Jayawijaya.

“Pertimbangan ujian lebih awal karena ada beberapa hal yang harus diselesaikan para guru, terutama karena kondisi sejak kerusuhan Wamena sulit mengumpulkan data siswa, baik yang masih ada maupun yang sudah keluar dari Wamena, baik tanpa keterangan, penitipan, maupun keluar karena mutasi resmi,” katanya.

Loading...
;

Bagi siswa yang telah mutasi, kata Bambang, tidak masalah karena telah difasilitasi dengan surat dari dinas. Untuk yang berstatus penitipan di luar Wamena. Sedangkan hasil ujian semester diserahkan kepada sekolah asal untuk direkap.

“Jadi setelah kepala-kepala sekolah selesai melaksanakan ujian akhir semester atau PAS, guru harus mendata dan mengelola administrasi penilaian dan kesiswaan karena terkait dengan pelaksanaan ujian,” katanya.

Kemudian, setelah ujian dilaksanakan maka setiap sekolah dan guru akan memperbarui data Penjaminan Mutu Pendidikan (PMP) sesuai aplikasi yang disarankan. Sebab aplikasi baru membutuhkan fokus.

“Intinya pelaksanaan PAS ini tidak sesuai dengan kalender pendidikan karena kesepakatan kepala sekolah yang diakomodir oleh pemda dan dinas,” katanya.

Selain itu ada kegiatan-kegiatan yang memang memfokuskan guru untuk melakukan administrasi kesiswaan dan administrasi penilaian untuk peserta didik.

“Kami berpikir positif jika pertimbangan guru yang harus diakomodir bahwa memang butuh fokus untuk memastikan administrasi kesiswaan dan penilaian supaya tidak merugikan, bisa dibayangkan jika sekarang 50 persen siswa yang datang, maka guru-guru harus mencari yang 50 persen sisanya dengan statusnya apakah penitipan atau tanpa keterangan,” katanya.

Lebih 1.000 siswa belum hadir

Berdasarkan data terakhir Dinas Pendidikan Jayawijaya per 11 November 2019, meski kehadiran guru dan siswa semakin meningkat namun masih banyak yang belum datang sejak sekolah dibuka 7 Oktober 2019.

Dari 17.425 siswa yang terdaftar di 64 sekolah dari TK hingga SMA/SMK di Kota Wamena yang terdampak kerusuhan, baru 7.215 siswa yang hadir atau baru 45 persen. Sebanyak 10.210 siswa belum pernah datang ke sekolah dan mereka tanpa keterangan.

Sedangkan guru yang masuk mengajar baru 65 persen atau 630 orang dari 971 guru.

“Tapi setiap minggu ada penambahan kehadiran siswa dan guru,” kata Bambang.

Ia mengatakan dalam rapat menyampaikan bahwa pelayanan pendidikan harus meliputi anak-anak di tempat, di sekolah penitipan, dan di tempat lain tanpa keterangan.

Khusus bagi siswa tanpa keterangan, kata Bambang, setelah ada komunikasi dengan guru-guru setelah melakukan administrasi pendataan kesiswaan nanti akan datang pada Januari 2020, lalu diberi matrikulasi dengan penilaian susulan.

“Penilaian susulan harus untuk mengisi laporan hasil belajar siswa, kemudian matrikulasi penting karena anak-anak yang keluar sejak 23 September 2019 pasti ada kompetensi dasar yang belum disampaikan kepada anak-anak semacam informasi pengetahuan,” katanya.

Untuk sekolah di luar kota, kata Bambang, ada kecenderungan proses pembelajaran di sekolah TK, SD, SMP, SMA mulai membaik.

“Kami mempunyai 215 sekolah di seluruh Jayawijaya, 34 TK, 124 SD, 36 SMP, 13 SMA, dan 6 SMK, bagi yang di luar kota kami bekerja sama dengan Wahana Visi Indonesia (WVI) di mana Senin lalu mengalihkan pemantapan proses pembelajaran bagi sekolah di luar kota Wamena dengan mengundang 70 sekolah di luar kota Wamena dengan melibatkan 17 distrik untuk secara masif melakukan kegiatan pemantapan pembelajaran,” katanya.

Pelaksana Harian Kepala SMA YPPK Santo Thomas Wamena Aneke Sem mengatakan bagi siswa yang dengan status penitipan akan dilakukan pengecekan dan saat mereka masuk akan membuktikan dengan nilai yang diambil dari sekolah penitipan, kemudian ditambahkan dengan nilai harian yang ada sebelum kejadian dimasukan dalam penilaian.

“Langkah memanggil anak ke sekolah dengan sosialisasi, baik melalui orang tua siswa maupun surat-surat yang dimasukan ke denominasi gereja yang ada, bahkan melalui media juga sudah dilakuakan,” katanya.

Sedangkan yang mengikuti ujian di SMA YPPK Santo Thomas Wamena sebanyak 505 siswa dari jumlah total 624 siswa.

“Untuk anak-anak yang sama sekali belum pernah hadir, kami akan rapat lagi dengan dewan guru apakah akan ada susulan atau seperti apa akan dibicarakan lagi,” katanya.

Staf guru bagian kurikulum SMP Negeri 1 Wamena Budi Amal mengaku pelaksanaan ujian akhir semester di sekolah itu diikuti 701 dari 1.090 jumlah siswa terdaftar. Itu meningkat dari sebelumnya yang hanya 600-an siswa yang hadir.

“Dari 1.097 yang tidak ikut ujian ada 396 yang pindah sementara, ada yang pindah selamanya, namun di saat ujian ini ada juga siswa yang baru masuk sekolah,” katanya. (*)

Editor: Syofiardi

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top