Jelang pemilu, 29 kepala daerah di Papua diimbau jaga daerahnya

Jelang pemilu, 29 kepala daerah di Papua diimbau jaga daerahnya

 

Jayapura, Jubi – 29 kepala daerah di Papua diminta untuk menjaga wilayahnya dengan terus bekerja keras menghilangkan stigma konflik dengan melakukan hal-hal positif, menjelang pelaksanaan pemilu baik presiden maupun legislatif yang akan berlangsung pada April 2019.

Sekretaris Daerah (Sekda) Papua Hery Dosinaen, mengatakan pelaksanaan pemilihan presiden atau Pilpres di Papua tidak bakal berdampak pada stabilitas keamanan dan ketertiban, namun yang perlu diantisipasi adalah pemilihan legislatif (Pileg).

"Ada pengalaman pelaksanaan Pileg yang berujung konflik pada beberapa wilayah di pedalaman, seperti beberapa waktu lalu di Tolikara, yang mana ada calon legislatif yang dibunuh masyarakat setempat dan terjadi perang suku. Ini kejadian nyata yang perlu diantisipasi oleh kepala daerah ke depan," kata Hery di Jayapura kemarin.

Ia tegaskan, Papua merupakan tanah damai, bahkan tak jarang disebut sebagai "Israel" kedua di dunia. Hal ini merujuk pada keindahan Bumi Cenderawasih yang diberkati dengan kekayaan alam melimpah.

Di lain pihak, Papua merupakan Tanah Injil yang diberkati Ottow dan Geisler saat pertama kali menginjakkan kaki di Pulau Mansinam.

"Untuk itu, saya minta agenda Pilpres dan Pileg tahun ini jangan terjadi konflik yang berdampak pada stabilitas keamanan dan ketertiban daerah," ujarnya.

Kapolda Papua, Irjen Pol Martuani Sormin mengingatkan semua pihak agar tidak mengerahkan massa dalam upaya penyelesaian ketika ada sengketa saat pemilihan umum (Pemilu) 2019, baik pemilihan presiden maupun pemilihan legislatif.

Ia mengatakan, dalam penyelesaian sengketa Pemilu, sebaiknya mempercayakan penyelesaiannya kepada lembaga berwenang untuk menangani apa yang sudah menjadi tugas dan tanggung jawabnya.

"Harus memberikan kepercayaan, agar semua dapat berjalan dengan baik," kata Irjen Pol Martuani Sormin, akhir pekan lalu.

Menurutnya, Pemilu 2019 merupakan agenda pesta demokrasi nasional yang harus dilaksanakan dengan suka cita. Perbedaan pandangan politik, adalah hal wajar dalam mendapat pimpinan terbaik. Namun siapa pun terpilih nantinya, mesti didukung demi Indonesia lebih baik ke depannya.

"Polri dan TNI selalu netral dalam pelaksanaan Pemilu. Tugas kami meyakinkan masyarakat, khususnya di Papua agar pelaksanaan pesta demokrasi itu aman dan lancar," ujarnya. (*)

 

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Populer

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)