Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Jelang penertiban, pedagang pakaian Pasar Hamadi memilih tutup

Sejumlah lapak di lantai satu Pasar Hamadi yang biasanya digunakan
digunakan para pedagang pakaian berjualan tutup menjelang penertiban dan penataan pasar pada Selasa (26/3/2019). – Jubi/Ramah

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi –  Sejumlah lapak yang biasa digunakan para pedagang pakaian berjualan di lantai satu Pasar Hamadi, Kota Jayapura, Papua terlihat kosong pada Selasa (26/3/2019). Para pedagang pakaian memilih tidak membuka lapaknya, menjelang penertiban pasar oleh Pemerintah Kota Jayapura.

Salah satu pedagang pakaian di pasar setempat, La Abu mengatakan, memilih tidak membuka lapaknya karena ada penertiban itu. “Saya sudah dengar kalau penertiban makanya saya tidak buka. Biasanya saya sudah menggelar pakaian dagangan dan buka sejak jam 06.00 pagi WP,” katanya.

Pedagang pakaian yang lain, Aleks mengaku sudah mendapat diberitahu surat pemberitahuan dari pemerintah Kota Jayapura bahwa akan ada penertiban. Seluruh pedagang pakaian di lantai satu Pasar Hamadi harus dipindahkan ke lantai dua pasar, karena lantai satu akan dikhususkan bagi pedagang sayur mayur dan kebutuhan pokok lainnya.

“Banyak juga yang tidak setuju karena posisinya tidak ada tempat di lantai dua. Akan tetapi, saya setuju kalau dilakukan penertiban kepada orang banyak,” jelasnya.

Loading...
;

Berbeda dengan La Abu dan Aleks, Randi yang setiap harinya berjualan mainan anak dan aksesoris memilih tetap membuka lapaknya di lantai satu Pasar Hamadi. “Saya buka saja, kalau dibongkar saya ikut saja karena ini sudah menjadi peraturan pemerintah. Saya baru satu tahun jualan,” jelasnya.

Senada dengan La Abu, Randi mengaku pasrah bila ditertibkan lapaknya dengan alasan untuk menertibkan pasar.”Semoga kami diberikan tempat di lantai dua agar saya tetap jualan,” ungkapnya.

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Kota Jayapura, Robert LN Awi mengatakan, penertiban Pasar Hamadi akan dilakukan pada 26-27 Maret 2019. “Hari pertama penertikan akan fokus untuk mengosongkan sejumlah kios yang tidak dipakai berjualan karena dijadikan gudang. Ada tiga kios di lantai satu, dan 43 kios di lantai dua. Hari kedua, kami akan memindahkan para pedagang pakaian di lantai satu naik ke lantai dua pasar.”

Awi menegaskan pihaknya tidak akan mengizinkan pedagang pakaian berjualan di lantai satu pasar.”Kami tidak mengizinkan penjual pakaian memakai los dan lantai satu pasar. Lantai satu hanya boleh digunakan oleh pedagang komoditas pertanian. Penjual pakaian yang tetap memakai los untuk berjualan akan kami usir dari pasar,” kata Awi. (*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top