HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Jelang PON, KEIN minta Pemda sediakan listrik di tempat wisata

Warga berwisata di Kampung Nelayan Hamadi sambil berswafoto – Jubi/Ramah

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi –  Komite Ekonomi Industri Nasional atau biasa disebut KEIN meminta pemerintah Provinsi Papua untuk memasok listrik di tempat-tempat yang memiliki potensi wisata, jelang perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Bumi Cenderawasih. PON diperkirakan akan menambah kunjungan ke daerah tujuan wisata di Papua.

“Saat PON, pasti akan ada banyak orang yang datang. Jadi kebutuhan listrik di daerah juga harus dipersiapkan untuk menunjang tempat wisata di cluster-cluster yang sudah ditetapkan untuk perhelatan olahraga,” kata Ketua Kelompok Kerja Industri Pedesaan KEIN RI, Aries Muftie di Jayapura kemarin.

Menurutnya, sukses pelaksanaan PON ditentukan kesiapan berbagai sektor. Tak hanya dari sisi pembangunan infraskturnya, namun juga menyangkut ketersediaan air dan listrik maupun sarana penunjang lainnya. “Terkait ketersediaan listrik di Papua sendiri, diklaim sudah tak ada masalah. Ketersediaan listrik pun dipastikan mampu memenuhi kebutuhan penyelenggaraan PON XX mendatang termasuk kebutuhan masyarakat setempat. Bahkan kebutuhan masyarakat sebagai konsumen sudah tidak ada masalah,” ujarnya.

Di sisi lain, Aries Muftie memandang perlu adanya infrastruktur energi yang memadai bagi para investor yang ingin membuka industri di Papua. “Hal ini akan kami bahas kembali bersama pemerintah daerah, termasuk kaitannya dengan bagaimana PT. Freeport menggunakan listriknya dan barangkali investasi lain baik di Merauke, Sorong maupun daerah lainnya di Papua,” katanya.

Loading...
;

Secara terpisah, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Papua, Yoseph Matutina mengatakan pihaknya akan mempercantik tempat-tempat wisata yang ada di Kota Jayapura dan sekitarnya. “Kami akan percantik tempat-tempat wisata, jadi tidak membuka objek baru wisata karena tentu akan timbulkan banyak masalah seperti hak ulayat dan lainnya,” kata Yoseph.

Menurut ia, sejauh ini objek-objek wisata yang ada di Kota Jayapura dikelola oleh masyarakat adat, sehingga pembinaan sangat diperlukan. Dengan harapan pada saat PON XX di Papua, masyarakat sudah siap. “Yang berhadapan langsung dengan wisatawan adalah masyarakat setempat, jadi perlu ada pembinaan agar mereka bisa lebih baik lagi. Nanti ada pelatihan-pelatihan sebagai pemandu wisata dan sebagainya,” ujarnya. (*)

Editor: Syam Terrajana

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top