Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Jenazah bocah korban kekerasan oleh orang tuanya diautopsi

Ilustrasi, pixabay.com

Axcelle Raditya Ramadhan ditemukan tewas di kediamannya di Kompleks Star Bornoe Regency, Pal 9, Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, pada Selasa, (7/1/2020).

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Pontianak, Jubi – Kapolres Kubu Raya, Kalimantan Barat, AKBP Yani Permana, mengatakan sudah melakukan mengautopsi jenazah Axcelle Raditya Ramadhan, seorang  bocah berusia 9 tahun yang ditemukan meninggal dan diduga dianiaya oleh orang tuanya. Axcelle Raditya Ramadhan ditemukan tewas di kediamannya di Kompleks Star Bornoe Regency, Pal 9, Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, pada Selasa, (7/1/2020).

“Untuk menyelidiki lebih pasti kematian bocah ini, kita telah melakukan autopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Anton Soedjarwo Pontianak, sebelum dimakamkan,” kata Yani Permana di Sungai Raya, Kamis, (9/1/2020).

Baca jugaKekerasan anak dan perempuan belum terdata baik

Kekerasan anak dan perempuan di Pontianak mencapai 123 kasus

Dugaan sementara korban tewas dianiaya oleh orangtuanya.  Axcelle Raditya selama ini korban tinggal bersama ayah tiri dan ibu kandungnya di rumah itu.  Sedangkan dari hasil autopsi korban diketahui mengalami pendarahan di bagian kepala, di bagian ulu hati dan bagian perut.

Loading...
;

“Ada luka lebam di pipi kanan, sobekan di dagu, memar di pinggul sebelah kiri sampai tangan sebelah kiri,” kata Yani menambahkan.

Kepolisian Resor (Polres) Kubu Raya akan terus mendalami kasus penganiayaan berujung kematian Axcelle tersebut. Yani menjelaskan, korban dinyatakan meninggal dunia pada Selasa, yang sebelumnya  sempat mengalami demam tinggi selama dua hingga tiga hari.

“Dari TKP kita menemukan gagang sapu yang patah. Interogasi dilakukan beberapa waktu laku. Menurut cerita sementara, orang tuanya ini jengkel karena anaknya main skate board terus. Padahal, kalau dilihat nilai rapornya, baik kognitif dan psikomotoriknya bagus. Anaknya cerdas,” katanya.

Saat ini pelaku kekerasan tak lain orang tua sendiri sudah ditahan. Dari informasi yang didapat kedua pasutri ini baru tinggal di Kecamatan Sungai Kakap sekitar dua bulan terakhir. “Sebelumnya, mereka tinggal di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Sekarang kita masih mendalami penyidikan lebih lanjut,” katanya. (*)

Editor : Edi Faisol

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top