John Yaung: Nama saya hilang saat pemberkasan CASN 16 tahun lalu

John Yaung: Nama saya hilang saat pemberkasan CASN 16 tahun lalu

Salah satu honorer K2 di Kabupaten Jayapura, John Yaung (kiri) – Jubi/Arjuna Pademme

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi –  Salah satu pegawai honorer kategori dua atau K2 di Kabupaten Jayapura, John Yaung menyatakan mestinya ia telah diangkat sebagai aparatur sipil negara sejak 16 tahun lalu. Akan tetapi, nama John Yaung hilang saat pemberkasan Calon Aparatur Sipil Negara 16 tahun silam.

John Yaung yang kini mengabdi sebagai guru honorer jurusan teknologi informasi di SMA 1 Sentani itu, salah satu dari sekian peserta seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) di Kabupaten Jayapura yang dinyatakan lulus tes pada 1 Maret 2003. Namun dalam proses pemberkasan peserta yang lulus tes, namanya menghilang.

“Kalau tidak salah waktu itu ada enam orang yang namanya saat pengumuman dinyatakan lulus. Namun saat pemberkasan sudah diganti nama orang lain,” kata Yaung kepada Jubi, Kamis (23/5/2019).

John Yaung sempat mendatangi Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk memastikan. Di data BKN menurutnya, ia masih tercatat sebagai salah satu peserta tes CASN yang dinyatakan lulus.“Pihak BKN ketika itu menyatakan meski nama saya ada, namun semua kembali pada data dari pemerintah daerah setempat. Saya menanyakan itu ke pemerintah daerah, namun tidak ada tanggapan,” ujarnya.

Kini, John Yaung bersama 12.400 lebih honorer K2 se-Papua berpeluang untuk diangkat menjadi CASN tanpa melalui tes. Peluang itu diberikan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi dan Birokrasi (Kemenpan RB) setelah Yaung bersama ribuan pegawai honorer di Papua berulangkali berunjukrasa, meminta kepastian nasib mereka yang telah mengabdi bertahun-tahun.

“Saya menyampaikan apa yang saya alami ini saat pertemuan di Sekretariat Negara di Jakarta pada 10 Mei 2019. Pertemuan itu dihadiri perwakilan Direktorat Jenderal SDM Kemenpan RB. Dalam pertemuan itu, wakil dari Kemenpan RB menghitung jika saya diangkat menjadi CASN pada 2003, kini golongan kepangkatan saya sudah 4A,” katanya.

Menurut Anggota komisi bidang pemerintah, politik, hukum dan HAM Dewan Perwakilan Rakyat Papua, Yonas Nusy pengangkatan pegawai honorer K2 di Papua menjadi CASN itu harus didahului proses verifikasi dokumen honorer oleh Pemerintah Provinsi Papua dan pemerintah kabupaten/kota yang ada di Papua. Nusy menegaskan pihaknya bersama Panitia Khusus Afirmasi MRP akan terlibat verifikasi tersebut.

Keterlibatan DPRP dan MRP dalam proses verifikasi itu untuk memastikan tidak ada data pegawai honorer K2 yang terlewatkan, khususnya bagi para pegawai honorer K2 yang telah lama mengabdi di pedalaman. Nusy juga menyatakan pihaknya ingin memastikan kesempatan pengangkatan pegawai honorer K2 tanpa tes itu tidak dijadikan ajang untuk meloloskan “pegawai siluman” agar menjadi CASN.

Nusy menyatakan apa yang dialami Yaung tidak boleh terulang lagi. Menurut Nusy, apa yang dialami Yaung adalah modus oknum tertentu menukar nama peserta yang lolos tes CASN dengan nama-nama “pegawai siluman”.

“Kita berharap tidak ada lagi kejadian seperti itu ke depan. Ini sangat merugikan pendaftar CASN yang lulus tes. Kasihan mereka,” kata Nusy. (*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Populer

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)