Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Jubi melatih siswa praktik jurnalistik

Peserta “Journalist Goes to School” – Jubi/Timo Martin

Papua No. 1 News Portal | Jubi

KORAN JUBI dan jubi.co.id menggiatkan kampanye literasi dan kemampuan jurnalistik bagi siswa SMA dan SMK di Kota Jayapura, Papua. Kegiatan bertajuk “Journalist Goes to School” atau JGTS tersebut terakhir diadakan di Distrik Abepura pada Rabu-Jumat, 20-22 Maret 2019.

Pelatihan jurnalistik tersebut diikuti 16 siswa dari empat sekolah, SMK Negeri 2 Jayapura, SMA Yayasan Pendidikan dan Persekolahan Katolik (YPPK) Teruna Darma, SMA Negeri 1 Jayapura, dan SMA Muhammadiyah.

Kegiatan ini dihelat setelah sebelumnya dilakukan di SMA Negeri 3 Jayapura yang diikuti 12 siswa dari empat sekolah, selain SMAN 3 adalah SMA YPPK Teruna Bakti, SMA Yapis, dan SMA Negeri 3 Jayapura pada 13-15 Maret 2019.

Salah seorang peserta, Vinica Gabriella Jeniver Prang, mengatakan ia pernah mengikuti kemah sastra yang digelar Balai Bahasa Papua dan pelatihan jurnalistik yang diadakan Forum Jurnalis Warga Kota Jayapura. Pelatihan jurnalistik Jubi dianggap menambah wawasan dan pengalaman di bidang literasi.

Loading...
;

Sa sangat bersyukur karena berkesempatan untuk mengikuti kegiatan seperti ini, sangat bermanfaat sekali bagi saya dan teman-teman,” kata Vini, sapaan siswa Jurusan Administrasi Perkantoran SMK Negeri 2 Jayapura tersebut.

Dia berpendapat pelatihan jurnalistik menjadikan siswa berpikir cerdas dan skeptis, serta dapat membedakan informasi yang baik dan benar.

“Dalam arti banyak berita yang beredar, tapi sebenarnya hoaks, dengan kegiatan ini saya semakin mengetahui bahwa membaca ternyata banyak manfaatnya,” katanya.

Dia berpesan agar siapa pun dapat meluangkan waktunya dengan membaca, terutama setelah bangun pagi.

“Meskipun hanya tiga sampai tujuh paragraf, setidaknya ada ilmu yang masuk ke otak,” katanya.

Ia mengaku mendapatkan pengalaman baru pada pelatihan JGTS, seperti menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Tidak hanya saat berbicara, tetapi juga dalam menulis.

“Dengan menulis saya juga bisa bersosialisasi,” katanya.

Peserta lainnya, Yudea Katoppo, siswi SMA Negeri 1 Jayapura, mengaku pernah mewakili sekolahnya untuk mengikuti lomba dan sosialisasi tentang literasi di Balai Bahasa Papua.

Dari pelatihan jurnalistik seperti itu ia mendapatkan wawasan baru tentang pentingnya membaca. Selain itu, dengan membaca, katanya, dapat mengasah kepekaan terhadap anak-anak Papua dan kepedulian menelurkan sikap gemar membaca kepada teman-temannya.

Apalagi minat baca masyarakat Indonesia berada di urutan paling bawah. Seperti dilaporkan sejumlah media massa dari penelitian Central Connecticut State University dalam studi Most Littered Nation in The World, Maret 2016, Indonesia berada di urutan 60 dari 62 negara yang diteliti dalam hal minat baca.

Sedangkan data Perpustakaan Nasional 2017 hanya empat kali per minggu masyarakat Indonesia yang membaca buku, dengan rata-rata lima sampai sembilan buku tiap tahun.

Menurut remaja berkaca mata ini, membaca sangat penting.

“Kita memang hidup di zaman yang serba canggih, tapi pasti punya kekurangan, informasi yang kita dapatkan dari internet, misalnya, belum tentu akurat, bahkan bisa saja hoaks,” kata Katoppo.

Selain itu, katanya, membaca buku sangat penting karena dapat memperkuat daya ingat.

“Maka kegiatan literasi, jurnalistik, debat, dan kegiatan-kegiatan lainnya itu sangat bagus, karena dapat meningkatkan kepercayaan diri,” ujarnya.

Ia mengaku dengan membaca buku menjadi tahu banyak hal yang tidak dijelaskan guru di sekolah.

Katoppo berpesan kepada generasi muda Papua untuk belajar membuka diri dan berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan positif di sekolah dan masyarakat.

“Ingat, jangan habiskan waktu untuk have fun saja karena waktu ini tidak akan terulang, kam mau have fun boleh, tapi jangan lupa membaca dan pintar-pintar membagi waktu,” kata siswa Jurusan Bahasa SMA Negeri 1 Jayapura ini.

Editor senior dan mantan Pemimpin Redaksi Jubi, Dominggus A. Mampioper, berpesan agar para siswa yang mengikuti kegiatan tersebut tetap berlatih dan meningkatkan kemampuan jurnalistik dan membaca.

Ia mendorong para siswa agar gemar membaca dengan mengunjungi perpustakaan.

Mampioper berharap para peserta dapat menjadi jurnalis di sekolahnya.

“Bisa dikirim (beritanya) ke Jubi atau ke media lain,” katanya.

Ia menambahkan bahwa jurnalistik bukan hanya proses, melainkan juga keahlian atau skill yang harus diasah.

Wakil Kepala SMK Negeri 2 Jayapura Hana Bunga memberikan apresiasi kepada Jubi karena menjadikan sekolahnya tempat pelatihan jurnalistik.

Hana berharap apa yang didapatkan siswa selama pelatihan bisa dikembangkan dengan baik. Meski demikian, dia meminta agar dalam menyampaikan laporan (berita) tetap menjunjung tinggi etika dan hati nurani.

“Lidah ini tidak bertulang, karena itu harus menyampaikan sesuatu dengan baik, kira-kira apa out put-nya, maknanya, supaya kita tidak asal menyampaikan berita,” kata Hana.

Dia juga berpesan agar para siswa dapat menerapkan ilmu yang didapatkan selama pelatihan jurnalistik. (*)

Editor: Syofiardi

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top