Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Jumlah kematian akibat campak di Samoa terus meningkat

Hingga Minggu sore (1/12/2019), jumlah korban yang meninggal dunia akibat wabah campak mencapai 48 orang. – 1 NEWS

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Apia, Jubi – Jumlah korban campak di Samoa terus bertambah dalam 24 jam terakhir, hingga Minggu sore (1/12/2019).

Hal ini dibenarkan dengan adanya pengumuman wabah campak terbaru dari National Emergency Operation Centre (NEOC), yang dikeluarkan pada Minggu sore.

“Hingga saat ini, sudah 48 kematian terkait campak yang telah dilaporkan, dengan empat kematian dalam 24 jam terakhir,” menurut pengumuman pembaruan itu.

Sejak wabah dimulai, Kementerian Kesehatan telah melaporkan ada 3.530 kasus campak. Sebanyak 173 di antaranya dicatat dalam 24 jam sebelum pengumuman itu.

Loading...
;

“Saat ini ada 191 pasien campak yang rawat inap di semua fasilitas kesehatan,” bunyi pengumuman itu.

“Jumlah total kasus campak yang pernah dirawat di semua rumah sakit yang tercatat untuk wabah campak, sampai saat ini adalah 1.048. Dari jumlah itu, 809 pasien telah dipulangkan.”

Sementara itu, otoritas kesehatan di Tonga berkata mereka hampir mencapai target imunisasi campak mereka, dan berharap jumlah kasus baru akan segera berkurang, menurut liputan RNZI.

Sampai minggu ini, ada 394 kasus campak yang dilaporkan, dengan dua orang dirawat di rumah sakit di Tonga.

Awal bulan ini, CEO Kementerian Kesehatan Tonga, Siale ‘Akau’ola, berkata kementeriannya perlu memberikan vaksinasi ulang kepada hingga 15.000 orang setelah beberapa imunisasi di masa lalu tampaknya tidak efektif.

Di Fiji, sudah ada 14 kasus campak yang dikonfirmasikan, termasuk dua di Suva.

Pemerintah Fiji mengatakan pasien terakhir yang dilaporkan adalah seorang pria, 36 tahun, dari subdivisi Serua/Namosi, dimana 12 kasus lainnya telah dikonfirmasikan.

Pejabat Kementerian Kesehatan Fiji, Sunil Chandra, mengatakan pemerintah telah mengambil tindakan pencegahan untuk menghindari wabah itu dari menyebar ke seluruh ibu kota. Ada lebih dari 175.000 orang yang tinggal di Suva, termasuk di pinggiran-pinggiran kota.

Vaksin campak di Fiji saat ini terbatas persediaannya dan hanya diberikan kepada kelompok-kelompok prioritas, yaitu penduduk setempat di Serua/Namosi, anak-anak berusia antara enam bulan dan tiga tahun, dan orang-orang yang bepergian ke luar negeri.

Pembatasan imunisasi ini akan diangkat setelah stok vaksin baru tiba akhir pekan ini, kata pemerintah. (Samoa Observer)

 

Editor: Kristianto Galuwo

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top