HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Jurnalis asing ke Papua saat HPN, AJI Jayapura: Jangan dipolitisir

Ilustrasi jurnalis, pixabay.com.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Pelaksanaan Hari Pers Nasional (HPN) 2020, rencananya akan diselenggarakan di Provinsi Papua. Salah satu agenda pada HPN 2020, pemerintah akan mendatangkan jurnalis asing ke Tanah Papua.

Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Jayapura, Lucky Ireeuw mengatakan, pihaknya sangat mendukung langkah dari Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto untuk mendatangkan para jurnalis asing tersebut ke Papua, namun jangan ada politisasi pada kedatangan tersebut.

“Ini yang selama ini AJI perjuangkan, dimana mendesak agar pemerintah Pusat membuka akses seluas-luasnya kepada jurnalis asing untuk datang dan meliput di Papua tanpa ada tekanan dari berbagai pihak. Namun, kedatangan mereka (jurnalis asing) tersebut jangan sampai di politisasi,” katanya kepada Jubi, Selasa (6/8/2019).

Lucky Ireeuw berharap jangan sampai kedatangan para Jurnalis difasilitasi hanya untuk melakukan liputan yang sesuai dengan harapan Pemerintah.

Loading...
;

“Jurnalis dalam setiap tugasnya tidak diarahkan atau dimobilisasi dan berhak melakukan peliputan dimana saja, dan itu sudah menjadi tugasnya. Dan tugas jurnalis adalah menulis sesuai dengan fakta yang terjadi di dunia khususnya di Papua,” ujarnya.

AJI Papua mengaku melihat indikasi ini dari pernyataan Menkopolhukam yang menyebut akan memfasilitasi jurnalis untuk mengahdiri gelaran HPN 2020 di Papua.

“Kalau mau datang ke Papua dan melihat secara langsung kehidupan di Papua sah-sah saja. AJI beranggapan bahwa dimata dunia, Papua itu dinilai sangat gelap dari sisi informasi, untuk itu AJI merasa penting akan hal tersebut. Persoalan di Papua itu sangat kompleks. Jayapura bukan menjadi patokan untuk melihat Papua secara keseluruhan. Kalau mau lihat hasil pembangunan silahkan, tetapi harus juga opjektif untuk persoalan lainnya seperti pendidikan, kesehatan, dan juga kasus-kasus HAM yang selama ini terjadi di Papua,” harap Ireeuw.

Sementara itu, Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Pengurus Daerah (Pengda) Papua, Meirto Tangkepayung mengatakan, pernyataan Menkopolhukam perlu diklarifikasi lebih dalam. Apakah izin jurnalis asing masuk ke Papua hanya saat momen HPN atau berlaku untuk seterusnya?

“Kami (IJTI) melihat, kedatangan jurnalis asing ke Papua untuk apa? Kalau hanya datang dan memberitakan keberhasilan pembangunan di Papua, wartawan lokal pun bisa. Namun kalau persoalan mengungkap kasus-kasus pelanggaran HAM di Papua, wartawan lokal lebih memilih di zona nyaman karena itu menyangkut nyawa sang wartawan. Tidak ada nilai berita seharga nyawa,” kata Nugie sapaan akrabnya kepada Jubi.

Sebelumnya pengurus PWI Papua, Jean Bisay mengatakan, langkah Pemerintah Indonesia menghadirkan jurnalis atau media asing ke tanah Papua merupakan langkah positif yang patut diapresiasi dan didukung semua pihak.

Menurutnya, kehadiran jurnalis asing dari wilayah Asia-Pasifik ke Papua bisa menjadi langkah awal yang baik untuk akses Jurnalis asing masuk ke Papua.

“Kita tahu bersama kalau selama ini akses jurnalis asing untuk masuk ke daerah lain di Indonesia lebih mudah dibanding ke Papua yang prosesnya sulitnya minta ampun dan berbelit-belit,” kata Jean. (*)

Editor: Edho Sinaga

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top