HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Jurnalis Jubi Victor Mambor alami kekerasan doxing

Wartawan senior Papua Victor Mambor (kiri) bersama dengan Pemimpin Redaksi Suara Papua, Arnold Belau. – Jubi/Hengky Yeimo

“Setidaknya ada 3 kali tudingan yang dilontarkan @Dapur terhadap Victor dalam rentang Juli hingga Agustus 2019 ini,”

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jakarta, Jubi –  Jurnalis Koran Jubi dan jubi.co.id, Victor mambor menjadi korban kekerasan dalam bentuk doxing di media sosial twitter oleh akun bernama Dapur (@antilalat). Doxing adalah pelacakan dan pembongkaran identitas jurnalis yang menulis tidak sesuai aspirasi politik pelaku, lalu menyebarkannya ke media sosial untuk tujuan negatif.

“Aksi doxing kami ketahui pada  Kamis 22 agustus,” kata Ketua Bidang Advokasi, Aliansi Jurnalis indepeden(AJI) Indonesia, Sasmito Madrim, Jum’at, (23/8/2019).

Baca juga : Lihat langsung dapur redaksi Jubi, ini harapan Diskominfo Kabupaten Jayapura

Loading...
;

Sampaikan informasi kredibel, Jubi terima penghargaan dari Kantor SAR

Liput aksi 1 Desember 2018, jurnalis Jubi mendapat perlakukan diskriminatif

Menurut Sasmito pemilik akun @Dapur menuding Victor sebagai penghubung Organisasi Papua Merdeka (OPM) dan pemasok informasi bagi pengacara hak asasi manusia Veronica Koman. “Setidaknya ada 3 kali tudingan yang dilontarkan @Dapur terhadap Victor dalam rentang Juli hingga Agustus 2019 ini,” kata Sasmito menambahkan.

AJI Indonesia menilai informasi yang disebarkan oleh @Dapur tersebut adalah tidak berdasar dan merupakan upaya untuk memojokkan dan mengintimidasi Victor Mambor. Apa yang dilakukan Victor melalui medianya merupakan hal yang standar dilakukan, yaitu menyampaikan informasi seobyektif mungkin dan menerbitkannya setelah melalui proses verifikasi seperti diamanatkan dalam Kode Etik Jurnalistik.

“AJI mengingatkan kepada pengguna media sosial, dan juga aparat keamanan, bahwa jurnalis dalam menjalankan profesinya dilindungi Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers,” katanya.

Menurut Sasmito, jika ada yang merasa ada yang tidak tepat, keliru dari karya jurnalistik yang dimua media, Undang Undang Pers memberi penyaluran melalui mekanisme hak jawab, hak koreksi atau pengaduan kepada Dewan Pers. (*)

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top