HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Jurnalis Meksiko ditemukan tewas luka tusuk

Ilustrasi pembunuhan, pixabay.com

Kelompok advokasi Reporters Without Borders mengidentifikasi pria tersebut bernama Nevith Condes Jaramillo, pengelola situs berita lokal El Observatorio del Sur di negara bagian Meksiko.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Mexico City, Jubi– Seorang jurnalis di Meksiko ditemukan tak bernyawa dengan luka tusuk di tubuhnya pada Sabtu, (24/8/2019). Kematian itu menambah daftar kematian jurnalis di salah satu negara paling berbahaya di dunia bagi pers.

Jaksa negara bagian Meksiko melaporkan sedang mendalami penyebab kematian Nevith N, 42, yang mayatnya ditemukan di kota Tejupilco sekitar 122 kilometer dari Mexico City.

Kelompok advokasi Reporters Without Borders mengidentifikasi pria tersebut bernama Nevith Condes Jaramillo, pengelola situs berita lokal El Observatorio del Sur di negara bagian Meksiko.

Loading...
;

Condes merilis sejumlah berita yang memicu ketegangan dengan pemerintah daerah. Pada November dan Juni dirinya mendapat ancaman, menurut juru bicara Reporters Without Borders, mengutip informasi yang diperoleh dari rekan sejawat Condes.

Baca juga : Saudi dikabarkan bakal akui kematian jurnalis Jamal Khashoggi

Kematian jurnalis PNG picu debat nasional tentang KDRT

Pembunuhan jurnalis Khashoggi, Saudi bantah laporan ahli PBB

Reporters Without Borders mengkhususkan Meksiko sebagai negara paling berbahaya bagi wartawan di Belahan Barat.

Jika terbukti sebagai kasus pembunuhan, maka kematian Condes menambah jumlah pembunuhan wartawan Meksiko menjadi sedikitnya 10 orang tahun ini dibandingkan sembilan orang tahun sebelumnya, menurut kelompok tersebut.

Awal Agustus ini tiga wartawan tewas hanya dalam sepekan saja, termasuk seorang yang mendapat ancaman.

Pembunuhan di Meksiko melonjak dalam paruh pertama 2019 ke rekor tertinggi. Maraknya kekerasan menggarisbawahi tantangan yang dihadapi Presiden Andres Manuel Lopez Obrador pascapelantikannya pada Desember yang berjanji akan menurunkan tingkat kekerasan di negara yang hancur akibat kartel narkoba tersebut. (*)

Editor : Edi Faisol

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top