Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Kabupaten Mambra jangan hanya pelengkap wilayah adat Mamta-Tabi

Sekretaris Dewan Adat Kabupaten Mamberamo Raya, Marthen NK Tukeji – Jubi/Arjuna.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Dewan Adat Kabupaten Mamberamo Raya (Mambra), Papua tidak ingin kembalinya kabupaten itu ke wilayah adat Mamta-Tabi, hanya sebagai pelengkap.

Hal tersebut dikatakan Sekretaris Dewan Adat Kabupaten Mamberamo Raya, Marthen NK Tukeji di Kota Jayapura, Selasa (9/7/2019), sebagai respons terhadap revisi kedua peraturan daerah khusus (Perdasus) Provinsi Papua nomor 6 tahun 2014 tentang kursi pengangkatan DPR Papua.

Dalam Perdasus nomor 6 tahun 2014 yang sebelumnya direvisi menjadi Perdasus nomor 7 tahun 2016, Kabupaten Mambra berada di wilayah adat Saireri bersama Kabupaten Kepulauan Yapen, Waropen, Biak Numfor dan Supiori.

Sementara revisi kedua Perdasus yang kini dilakukan Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPR Papua, Kabupaten Mambra dikembalikan ke wilayah adat Mamta-Tabi bersama Kabupaten Jayapura, Keerom, Sarmi dan Kota Jayapura.

Loading...
;

Marthen Tukeji mengatakan, pihaknya mendukung dikembalikannya Mamberamo Raya ke wilayah adat Mamta-Tabi, karena sejak zaman dulu Mamberamo Raya merupakan bagian dari Mamta-Tabi. Namun ia tidak ingin kembalinya Mamberamo Raya ke Mamta-Tabi hanya sebagai pelengkap.

“Kami tidak ingin hanya dimanfaatkan. Kami ingin anak-anak Mamberamo Raya mendapat hak yang sama dengan kabupaten lain di wilayah adat Mamta-Tabi,” kata Marthen Tukeji.

Kembalinya Kabupaten Mambra ke wilayah adat Mamta-Tabi menurutnya, kemungkinan berdampak pada jumlah kursi pengangkatan di DPR Papua periode 2019-2024.

Jumlah kursi perwakilan adat Saireri yang pada periode 2014-2019 berjumlah tiga kursi kemungkinan menjadi dua kursi pada periode 2019-2024, dan kursi wilayah adat Mamta-Tabi yang kini dua kursi, kemungkinan menjadi tiga kursi.

Untuk itu ia berharap, dalam rekrutmen 14 anggota DPR Papua melalui mekanisme pengangkatan periode mendatang, tidak ada kabupaten di wilayah adat Mamta-Tabi yang mendominasi mengirimkan utusannya. Mesti memberikan kesempatan kepada anak-anak Mamberamo Raya.

“Setelah Kabupaten Mamberamo Raya kembali ke Mamta-Tabi, anak-anak Mamberamo Raya mesti diberi kesempatan. Kami jangan hanya dimanfaatkan,” ujarnya.

Kata Marthen Tukeji, selama ini belum ada anak-anak Mamberamo Raya yang duduk di DPR Papua hingga adanya 14 kursi pengangkatan periode 2009-2014, yang pelantikannya dilaksanakan ketika jabatan anggota DPR Papua dari paertai politik memasuki tahun ketiga.

Akan tetapi ia meyakini masyarakat adat kabupaten lain di wilayah adat Mamta-Tabi akan menghargai hak-hak masyarakat adat Mamberamo Raya. Ia yakin para tokoh adat di Mamta-Tabi akan membicarakan bersama keterwakilan dari kabupaten mana yang diutus duduk di kursi pengangkatan DPR Papua periode 2019-2024.

Ia mengandaikan jika wilayah adat Mamta-Tabi mendapat jatah tiga kursi pengangkatan di DPR Papua, selain satu kursi untuk Mamberamo Raya, kabupaten mana apa saja yang akan duduk di dua kursi lainnya

“Kan masih ada waktu pada periode berikut untuk kabupaten lain. Saya harap jangan ada pihak yang salah menafsirkan apa yang saya sampaikan ini. Sebagai sesama anak adat Mamta-Tabi, kita mesti saling menghargai,” ucapnya.

Anggota Bapemperda DPR Papua, Tan Wie Long mengatakan dikembalikannya Kabupaten Mambra ke wilayah adat Mamta-Tabi dalam revisi Perdasus kursi pengangkatan DPR Papua, telah mendapat pertimbangan dan persetujuan Majelis Rakyat Papua (MRP).

“Kami sudah membahasnya bersama eksekutif, dan MRP telah merekomendasikan Kabupaten Mamberamo Raya dikembalikan ke wilayah Mamta-Tabi,” kata Tan Wie Long.

Katanya, dikembalikanannya Kabupaten Mambra ke wilayah adat Mamta-Tabi dalam revisi Perdasus kursi pengangkatan kemungkinan berdampak pada perubahan kursi untuk wilayah adat Mamta-Tabi dan Saireri.

“Kami akan melihat perkembangan selanjutnya seperti apa, karena revisi perdasus ini masih dalam tahap sosialisasi ke publik, sebelum diusulkan untuk disahkan,” ucapnya. (*)

Editor: Edho Sinaga

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top