Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Kabupaten Ramah Anak tapi ruang terbuka bagi anak belum sepenuhnya tersedia

Anak-anak di posko pengungsian yang sedang bermain – Jubi/Engel Wally

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Sentani, Jubi – Anak-anak membutuhkan ruang publik yang nyaman dan ramah untuk mereka dapat bermain sambil belajar dan bersosialisasi bersama teman-temannya.

Kabupaten Jayapura setelah mencanangkan sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA) sejak beberapa tahun lalu, hingga kini belum memiliki ruang publik ramah anak yang tersebar di sejumlah wilayah pemukiman masyarakat untuk membantu tumbuh kembang anak.

Pemerintah daerah mencanangkan KLA dimulai dari setiap kampung, distrik, dan klimaksnya di tingkat kabupaten.

Semua program kerja dan kegiatan yang berhubungan dengan anak di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dikerahkan langsung ke sasaran di setiap kampung.

Loading...
;

Hingga saat ini belum ada hasil yang terlihat, baik fasilitas pendukung maupun wujud program yang dilaksanakan.

Ketua Forum Kota (Forkot) Sentani, Deniks Felle, mengatakan kondisi wilayah perkotaan saat ini seperti tidak tertata rapi, mungkin juga dampak dari bencana yang terjadi beberapa waktu lalu.

Menurutnya, fasilitas pendukung untuk ruang publik terpadu bagi anak sangat penting, apalagi dalam masa tumbuh kembang anak tersebut.

“Era saat ini anak-anak selalu menginginkan hal-hal yang terbaru, baik itu dalam aktivitas mereka di lingkungan sekitar tetapi juga dalam forum-forum pendidikan lainnya. Seperti sekolah, sanggar seni, lapangan olahraga, dan masih banyak lagi yang lain,” jelas Deniks, di Sentani, Minggu (21/7/2019).

Dikatakan, pemerintah daerah sepertinya kaku dalam merealisasikan program kerja mereka yang sudah jelas peruntukkannya.

Bahkan, lanjut Deniks, telah melibatkan pihak lain. Dalam hal ini Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) baik dalam negeri maupun luar negeri.

“Tidak ada hasil yang dilihat, baik di kampung, apalagi di wilayah perkotaan. Anak-anak masih mencari jati diri mereka dengan hal-hal yang tidak pasti menjadi tujuan masa depan mereka,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, mengatakan KLA merupakan gerakan bersama yang wajib dilaksanakan oleh setiap penentu kebijakan mulai dari kampung menuju ke kota.

“Tenaga guru kontrak maupun yang pegawai negeri, demikian juga tenaga medis yang ditempatkan pada setiap kampung punya kewajiban untuk membantu pemerintah kampung menyusun program dan membuat data terbaru terkait perkembangan anak-anak di setiap kampung. Baik secara usia, tingkat pendidikan, dan fasilitas pendukung lainnya,” pungkas Bupati Awoitauw. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top