Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Kadepa: Tangani pengungsi harus adil

Anak-anak pengungsi Nduga di Wamena beberapa waktu lalu yang fasilitas di pengungsiannya sangat terbatas – Jubi. Dok

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Anggota komisi bidang pemerintahan, politik, hukum dan HAM DPR Papua, Laurenzus Kadepa menilai, ada perbedaan dalam penanganan pengungsi dari dua kasus yang terjadi yakni di Nduga dan Wamena.

Menurutnya, dalam kasus demonstrasi yang diwarnai aksi amuk massa di Kota Wamena pada 23 September 2019, warga yang menjadi korban dievakuasi atau diungsikan dengan serangkaian fasilitas. Mulai dari mendapatkan bantuan bahan makanan hingga tercukupinya kebutuhan selama mengungsi.

Ini bertolak belakang dengan warga yang mengungsi dari beberapa kampung di Kabupaten Nduga, pasca kontak senjata TNI/Polri dengan kelompok bersenjata di wilayah itu, jelang akhir tahun lalu. Warga Nduga harus mengungsi ke hutan dan daerah lain yang dianggap aman.

Tanpa fasilitas kendaraan yang disediakan oleh aparat keamanan seperti di Wamena kini, pengungsi asal Nduga harus berjalan kaki hingga puluhan kilometer kala itu.

Loading...
;

Bahkan kata Kadepa, ada di antara warga Nduga yang sakit, kelaparan, meninggal dan melahirkan di tempat pengungsian atau dalam perjalanan ke lokasi pengungsian.

“Bantuan bahan makanan untuk pengungsi Nduga dipersulit. Sangat beda dengan pengungsi Wamena. Diantar dengan pesawat, diberikan tempat penampungan dan kebutuhan bahan makanan,” kata Kadepa kepada Jubi via teleponnya, Senin (30/9/2019).

Ia mengatakan, meski warga Nduga dan Wamena mengungsi karena kasus berbeda, namun secara kemanusiaan kedua pihak mestinya mendapat perlakuan yang sama.

“Semua warga negara mesti mendapat perlakuan dan hak yang sama. Jangan sampai ada di antara mereka yang merasa diperlakukan tidak adil,” ujarnya.

Melihat dinamika yang terjadi di Papua belakangan ini, para pemangku kepentingan di Papua hingga pemerintah pusat harus segera memikirkan solusi mengakhiri situasi ini.

“Jangan saat terjadi masalah baru memberikan bantuan untuk kepentingan popularitas atau kepentingan lain pada masa mendatang. Yang dibutuhkan masyarakat adalah terciptanya tanah Papua damai,” ucapnya.

Sementara Ketua DPR Papua, Yunus Wonda mengatakan, kini para pengambil kebijakan di Papua terus berupaya mengembalikan situasi Papua yang kondusif.

“DPR Papua dan pemerintah tidak pernah berhenti. Kita akan terus melakukan pendekatan dengan cara dan gaya kami masing-masing, untuk mengembalikan situasi Papua seperti semula,” kata Yunus Wonda.

Menurutnya, tugas pemerintah provinsi, DPR Papua, bupati/wali kota, DPRD kabupaten/kota, dan aparat keamanan di Papua adalah mengayomi semua masyarakat.

“Saya harap kepada semua masyarakat Papua, mari bersama menciptakan kondisi aman dan nyaman. Jangan lagi terjadi peristiwa-peristiwa seperti ini. Mari kita hidup seperti dulu. Menghormati satu sama lain. Kita semua adalah keluarga,” ucapnya. (*)

Editor: Edho Sinaga

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top