Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Kadinkes: RSUD Wamena tidak pernah ada permintaan bantuan validasi data

Rumah Sakit Umum Daerah Wamena-Jubi/Dok

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Wamena, Jubi -– Alasan manajemen rumah sakit umum daerah (RSUD) Wamena berakibat turunnya kelas dari tipe C ke D akibat tidak ada perhatian serius dari dinas kesehatan Jayawijaya, dibantah kepala dinas.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Jayawijaya, dr. Willy E. Mambieuw, sejak awal terkait akreditasi, managemen RSUD Wamena tidak pernah mengajukan surat resmi ke dinas untuk membuat validasi data rumah sakit.

“Teman-teman di rumah sakit tidak pernah menyurat untuk minta dinas validasi data baik SDM, sarana prasarana dan penunjang lainya itu tidak pernah. Bagaimana kita mau masuk tanpa ada instruksi atau permintaan dari mereka, itu aturan harus begitu,” kata Willy Mambieuw saat menghubungi Jubi, Kamis (8/8/2019).

Ia melihat, hal ini bukan hanya dikerjakan dalam satu atau dua hari saja untuk diseriusi, dimana menurut dia, hal ini akibat kelalaian rumah sakit yang tidak mengupdate data masuk di aplikasi kementerian kesehatan sehingga munculnya penilaian.

Loading...
;

“Ini bukan barang satu, dua, tiga hari baru kita kelabakan, sehingga saya kira teman-teman di RSUD jangan tolak-tolak kesalahan, tetapi kita sama-sama duduk dan perbaiki ini,” katanya.

Untuk itu ia harap dengan waktu yang diberikan dari kementerian kesehatan untuk bisa mengajukan keberatan atas hasil penilaian akreditasi rumah sakit Wamena, sehingga perlu duduk bersama bukan melempar kesalahan dan tanggungjawab.

“Jika memang dinas dibutuhkan untuk perbaikan validasi data kita siap membantu, karena rumah sakit Wamena ini menjadi rujukan di pegunungan tengah. Tinggal teman-teman di rumah sakit mau tidak bekerjasama, berkoordinasi dengan dinas,” katanya.

Salah bentuk perhatian dan kepedulian dinas kesehatan, tambahnya, dalam hal kekurangan misalnya dinas pun tidak tinggal diam membiarkan hal itu terjadi.

““Salah satu bukti kepedulian dinas untuk rumah sakit ialah masih mengcover kekosongan obat di rumah sakit sampai saat ini,”” ujar dia.

Sebelumnya, Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua mengaku belum menerima surat resmi terkait penurunan kelas hasil akreditasi terhadap Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wamena dari kementerian maupun pemerintah provinsi dari tipe C ke tipe D.
“

Kami belum menerima surat resmi, jadi itu baru wacana dan kami diminta untuk menyiapkan dokumen dalam waktu beberapa hari ini untuk penilaian kembali,” kata Banua.

Ia menyebutkan jika selama ini sistem pelayanan di RSUD Wamena telah dilakukan dengan baik, karena di dalam penilaian akreditasi RSUD Wamena mendapat bintang empat, jika mendapat bintang lima berarti sudah masuk kategori paripurna.

Menyangkut soal validasi data sarana prasarana dan SDM antara rumah sakit dengan dinas kesehatan, bupati melihat hal itu sebenarnya telah dilakukan sesuai dengan tugas pokok masing-masing. (*)

Editor: Syam Terrajana

 

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top