Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Kajati Papua diminta memulangkan 7 tapol ke Papua

Kepala Kejaksaan Tinggi Papua, Nikolaus Kondomo menemui keluarga tujuh tahanan politik Papua yang sedang ditahan di Kalimantan Timur. Pertemuan itu berlangsung di Jayapura, Papua, pada Kamis (23/1/2020). – Jubi/Hengky Yeimo

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Puluhan mahasiswa, aktivis pemuda, dan perwakilan dari organisasi gereja mengantar keluarga tujuh tahanan politik kasus makar Papua bertemu Kepala Kejaksaan Tinggi Papua, Nikolaus Kondomo di Jayapura, Kamis (23/1/2020). Dalam pertemuan itu, pihak keluarga meminta Kondomo memulangkan tujuh tahanan politik yang ditahan di Kalimantan Timur kembali ke Papua.

Ketujuh tahanan politik (tapol) yang ditahan di Kalimantan Timur itu adalah Wakil Ketua II Badan Legislatif United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) Buchtar Tabuni, Ketua Umum Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Agus Kossay, Ketua KNPB Mimika Steven Itlay, Presiden Mahasiswa Universitas Sains dan Teknologi Jayapura Alexander Gobay, serta Feri Bom Kombo, Hengky Hilapok, dan Irwanus Uropmabin. Pada 4 Oktober 2019, Kepolisian Daerah Papua memindah lokasi penahanan ketujuh tapol kasus makar Papua itu dari Jayapura ke Kalimantan Timur.

Pemindahan itu dinyatakan dalam surat Direktur Reserse Kriminal Umum Direskrimum Polda Papua Nomor : B/816/X/RES.1.24/2019/Direskrimum tertanggal 4 Oktober 2019. Pemindahan itu dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Polisi baru memberitahu keluarga para tahanan saat pemindahan telah dilakukan. Pemindahan juga nilai melanggar ketentuan Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana, karena dilakukan sebelum adanya persetujuan pemindahan lokasi persidangan dari Mahkamah Agung.

Keluarga salah satu tapol, Christianus Dogopia mengatakan dalam pertemuan Kamis  itu pihak keluarga meminta Nikolaus Kondomo memulangkan ketujuh tapol itu ke Papua. “Pertemuan kami membahas agar ketujuh tapol dipulangkan ke Tanah Papua, agar mereka mengikuti persidangan di Tanah Papua. Kami [juga] meminta jaminan [pelayanan] kesehatan kepada para tapol yang sakit,” katanya kepada wartawan seusai pertemuan itu.

Christianus Dogopia mengatakan dalam pertemuan itu Kondomo menjelaskan berbagai langkah yang telah ditempuh Kejaksaan Tinggi Papua. Christianus meminta penjelasan itu tidak berhenti menjadi kata-kata kosong, dan berharap Kejaksaan Tinggi Papua segera memulangkan ketujuh tapol ke Papua.

“Apapun alasannya, kami meminta agar Kepala Kejaksaan Tinggi Papua memulangkan mereka, agar mengikuti persidangan di Papua. Kami juga akan melakukan audience dengan pihak kepolisian terkait dengan kemanan tujuh tapol,” katanya.

Loading...
;

Nikolaus Kondomo mengatakan pihaknya telah bertemu dengan Dewan Perwakilan Rakyat Papua, Majelis Rakyat Papua, dan puluhan aktivis Solidaritas Mahasiswa Pemuda Peduli Papua serta keluarga ketujuh tapol itu. Menurutnya, mereka meminta ketujuh tapol dipulangkan ke Papua, dan dapat menjadi persidangan kasus mereka di Papua.

Akan tetapi, demikian menurut Kondomo, pemidahan lokasi penahanan ketujuh tapol itu dilakuan setelah pihaknya berdiskusi situasi keamanan Papua dengan Gubernur Papua, Kepala Kepolisian Daerah Papua, dan Panglima Komando Daerah Militer XVII/Cenderawasih. Dari hasil diskusi itulah kemudian diputuskan ketujuh tapol dipindahkan ke Kalimantan Timur. Kondomo mengatakan Mahkamah Agung telah menunjuk Pengadilan Negeri Balikpapan sebagai pengadilan yang akan memeriksa dan memutus perkara ketujuh tapol Papua itu.

Untuk mempercepat proses persidangan, Kondomo akan mengirimkan berkas tujuh tapol kepada Pengadilan Tinggi Kalimantan Timur. “Ketujuh tahanan ini harus secepatnya memutuskan  pengacara yang akan mendampingi mereka. Segera ditunjuk, kalau tidak pengadilan menunjuk pengacara tujuh tapol agar proses ini bisa berjalan cepat dan mereka tidak bertele tele di Kalimantan Timur,” katanya.

Kondomo mengatakan pihaknya akan berusaha agar proses persidangan itu berjalan cepat. “Jika putusan sudah selesai. Mereka dipulangkan ke Papua. [Soal] mereka bersalah atau tidak, nanti pengadilan yang memutuskan, berdasarkan fakta persidangan,” katanya.

Kondomo juga akan menugaskan dua jaksa dari Kejaksaan Tinggi Papua untuk mendampingi ketujuh tapol selama berada di Kalimantan Timur, untuk melihat permasalahan yang mereka hadapi. “Apabila mereka [sudah] menjalani persidangan dan proses persidangan selesai, Kejati Papua akan bersurat agar mereka dipulangkan ke Papua,” katanya.

Ia menjamin seluruh hak ketujuh tapol tetap dipenuhi selama mereka ditahan di Kalimantan Timur. “Baik itu  dari sisi makanan, minuman tempat tidur, kita jaga benar benar,” katanya.(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top