Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Kampanye “Mulai dari Sa” upaya turunkan kekerasan anak dan perempuan

Papua No. 1 News Portal | Jubi , 

Sorong, Jubi – Memperingati 16 hari anti kekerasan terhadap perempuan, Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A), Bappeda Kabupaten Sorong bersama mitra NGO atau LSM di Sorong, Yapari, SKPKC dan Belantara dengan dukungan USAID Bersama mengajak seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Sorong pada khususnya dan Provinsi Papua Barat pada umumnya untuk mengupayakan penghapusan segala bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak ‘Dimulai dari sa’. Kegiatan kampanye publik di Kabupaten Sorong dilaksanakan di Alun-alun aimas Kabupaten Sorong, 8 Desember 2018.

Communication Assistant USAID Bersama, Ulsina Epa mengatakan kampanye ‘Mulai  dari sa’ adalah kampanye yang menrekomendasikan tiga langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah segala bentuk kekerasan, seperti (1)Tidak melakukan kekerasan dalam bentuk apapun. Karena Perempuan dan laki-laki diciptakan untuk mendapatkan hak yang sama, (2) Membawa korban kekerasan terlebih dahulu ke layanan kesehatan untuk mendapatkan penanganan yang tepat, dan (3) Jika melihat kekerasan, berani bilang stop dan laporkan pelaku kepada pihak berwajib.

“USAID Bersama adalah program yang didanai oleh USAID yang berupaya menurunkan kekerasan berbasis gender di timur Indonesia,” kata Epa daam rilis yang dikirim ke redaksi Jubi, Minggu (9/12/2018).

Program ini dilaksanakan dengan berdasar survei yang dilakukan oleh UNDP pada tahun 2016 di 4 kabupaten yaitu Kabupaten Jayawijaya, Jayapura, Manokwari dan Sorong.

“Survei ini menyebutkan bahwa tiga dari lima perempuan pernah mengalami paling tidak satu bentuk kekerasan fisik atau kekerasan seksual, satu dari tiga perempuan pernah mengalami kekerasan emosional, tiga dari empat perempuan pernah mengalami tekanan atau perilaku dikendalikan oleh laki-laki,” jelasnya.

Laporan ini juga menyebutkan sebanyak 13 persen perempuan melaporkan pernah dipaksa berhubungan seks sejak usia 15 oleh orang selain pasangan intim mereka. Dari sisi frekuensi, secara keseluruhan, 1 dari 7 laki-laki pernah melakukan suatu bentuk perkosaan terhadap pasangan atau bukan pasangan, setidaknya sekali dalam hidup mereka. 

Loading...
;

Laporan tersebut juga memaparkan tentang dampak kekerasan pada kesehatan perempuan dimana 7 dari 10 perempuan yang mengalami cidera akibat kekerasan tidak menerima perawatan kesehatan yang dibutuhkan. Satu dari dua perempuan yang pernah mendapat kekerasan oleh pasangan intim mengalami cidera. Dan anak dari 69 persen perempuan yang pernah mendapat kekerasan oleh pasangan intim dilaporkan memiliki gangguan emosional dan perilaku.

“Hal sangat penting perlu dicatat adalah dampak dari kekerasan berbasis gender ini adalah besarnya resiko tertular penyakit menular seksual termasuk HIV-AIDS,” katanya. (*)

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top