Kampung Harapan akan menjadi lokasi kuburan massal korban banjir Sentani

Kampung Harapan akan menjadi lokasi kuburan massal korban banjir Sentani

Moses Ohee, Ondoafi Kampung Harapan ketika menunjukkan kuburan massal, Rabu (20/3/2019) – Jubi/Timo Marten.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Tempat pemakaman massal para korban banjir bandang di kawasan Doyo, Sentani dan sekitarnya, Sabtu dan Minggu lalu sedang disiapkan di Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura. Pemakaman itu berada di atas bukit berpasir dan ilalang, atau sekitar 100 meter dari TPU (tempat pemakaman umun) Kampung Harapan.

Pada Rabu (20/3/2019) siang, Gubernur Papua Lukas Enembe telah menyatakan rencana pemakaman massal para korban banjir bandang di Kabupaten Jayapura ditunda hingga batas waktu yang belum ditentukan.  Pernyataan itu disampaikan Enembe setelah sejumlah pihak menyatakan berkeberatan dengan pernyataan Wakil Gubernur Papua Klemen Tinal pada Selasa (19/3/2019) bahwa para korban banjir bandang akan dimakamkan secara massal pada Rabu.

Sejumlah alat berat telah bekerja sejak Selasa (19/3/2019), membuat lubang untuk pemakaman massal para korban banjir bandang. Pekerjaan itu dilanjutkan pada Rabu siang, setelah hujan tak lagi mengguyur Kampung Harapan.

Ondoafi Kampung Harapan, Moses Ohee mengatakan, korban juga umat dan tidak mungkin dibiarkan. Oleh karena itu, sebagai pimpinan adat setempat, dirinya merelakan lahan ini sebagai kuburan massal. “Saya sebagai Ondoafi siapkan lahan untuk pemakaman,” kata Ohee kepada Jubi, Rabu siang di Harapan.

https://www.instagram.com/p/BvOEPMnASQr/?utm_source=ig_web_copy_link

Menurut dia, kapan pemakaman massal dilakukan bergantung kebijakan pemerintah dan polisi. Ohee juga menyerahkan ihwal urusan adat atau keluarga korban kepada Pemerintah Kabupaten Jayapura. Pihak Ohee hanya menyediakan lahan seluas 25×4 meter sebagi lokasi pemakaman para korban, dan luasan itu akan ditambah jika jumlah korban yang harus dimakamkan secara massal bertambah.

Ohee mengakui, pemilihan lokasi sudah disepakati dengan warga, dan mereka merelakan punggung bukit di sisi TPU sebagai kuburan massal para korban banjir bandang.

Warga Kampung Harapan, Yuliana mengatakan, lokasi itu memang menjadi TPU Harapan. Warga juga sudah menyepakati urusan tersebut dengan pemerintah daerah dan kampung hingga RT/RW dan pimpinan adat, serta aparat keamanan.

Namun, Yuliana khawatir jika kelak keluarga korban memerotes pemakaman secara massal, di lokasi yang tak jauh dari tempat pemandian umum itu.”Kami tidak tahu apakah sudah setuju dengan keluarga (korban) ka, belum ka, tapi kami sudah dengar alat berat sudah beroperasi,” ujarnya. (*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Populer

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)