Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Kantor Disdukcapil Jayapura dipadati masyarakat

Masyarakat yang sedang mengantri untuk perekaman dokumen kependudukan di kantor Disdukcapil Kabupaten Jayapura – Jubi/Engel Wally

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Sentani, Jubi – Sejak adanya pengumuman pembukaan penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kabupaten Jayapura, Kantor Dinas Pencatatan Sipil dan Kependudukan (Disdukcapil) Kabupaten Jayapura selalu dipadati masyarakat, sejak pukul 6.30 pagi hingga pukul 15.30 menjelang sore.

Padatnya masyarakat yang mendatangi kantor tersebut dengan berbagai urusan mereka, mulai dari mengurus Kartu Keluarga (KK), Akta Kelahiran, Kartu Tanda Penduduk (KTP), Catatan Sipil, dan perpanjang dokumen, perubahan dokumen karena salah nomor, tanggal lahir, dan masih banyak lagi yang lain.

Tidak hanya warga masyarakat yang tinggal dan menetap di Kabupaten Jayapura saja, rupanya penerimaan CPNS membuat sebagian warga Kota Jayapura datang mengurus dokumen kependudukan mereka di Kabupaten Jayapura.

“Tadi sama-sama antrian dengan saya itu warga Kota Jayapura, katanya mau urus pembaharuan kartu keluarga yang ada di Sentani,” ujar Kristian Lensru, seorang warga masyarakat yang sedang mengurus dokumen kependudukan di Disdukcapil Kabupaten Jayapura, Selasa (7/5/2019).

Loading...
;

Kristian juga memberikan masukan untuk pelayanan yang dilakukan oleh Disdukcapil dinilai terlalu manual dan menyusahkan masyarakat.

“Paling tidak ada sistem informasi yang digunakan dalam proses pelayanan kepada masyarakat, misalnya loket pelayanan setiap dokumen yang terpisah, dan harus gedung yang besar kalau masih pake cara manual, ini desak-desakan antri, taruh dokumen, dan tercecer siapa yang bertanggung jawab,” ungkapnya.

Dari pantauan Jubi di kantor tersebut, sempat terjadi adu argumen dan atara masyarakat dan petugas yang mengatur lajur antrian masyarakat yang akan melakukan perekaman E-KTP.

Sementara itu, Sara Nursida, Sekretaris Disdukcapil Kabupaten Jayapura, mengatakan kepengurusan akte kelahiran sejak 29 April hingga 7 Mei mencapai 104 orang, perekaman E-KTP 246 orang, dan mutasi kependudukan 103 orang.

“Pencetakan kartu tanda penduduk sebelumnya ditambah dengan yang baru rekam sebanyak 685 keping dan 333 blangko. Secara khusus bagi mereka yang pindah domisili, yang tidak sertai surat pindah domisili dari daerah asal tidak kita layani,” jelasnya. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top