HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Kapal buruan internasional dihentikan di laut Selat Malaka

Ilustrasi kapal milik Polair Polres Merauke yang melakukan patroli rutin di Perairan Arafura. Jubi/Frans L Kobun

Kapal MV NIKA berbendera Panama itu merupakan buruan interpol sejak Juni 2019

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Batam, Jubi – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, menyatakan sebuah kapal buruan internasonal berhasil dihentikan oleh Satuan Tugas 115, di Selat Malaka pada  Jumat (12/7/2019).

“KP ORCA 3 & 2, telah melaksanakan penghentian dan pemeriksaan terhadap MV NIKA, berbendera Panama,” kata Menteri Susi Pudjiastuti, di Batam, Senin, (15/7/2019).

Baca juga : Tak terima ditegur, ABK KM Maju Jaya Baru bunuh nahkoda kapal

Loading...
;

Komisi IV DPR Papua akan ke lokasi pembuatan kapal ilegal di Nabire

Polisi: pembuatan kapal di tambang emas Siriwo tak kantongi surat izin

Susi menyebut kapal MV NIKA berbendera Panama itu merupakan buruan interpol sejak Juni 2019. Interpol menduga MV NIKA dan FV STS-50 yang ditangkap di Indonesia pada tahun 2018 dimiliki oleh pemilik yang sama.

Berdasarkan laporan awal dari interpol yang diterima oleh Satgas 115, MV NIKA diduga melakukan sejumlah pelanggaram, di antaranya memalsukan certificate of registration di Panama yang menyatakan dirinya adalah General Cargo Vessel sementara

“MV NIKA diduga melakukan penangkatan dan atau pengangkutan ikan, padahal izinnya adalah kargo,” kata Susi menjelaskan.

Berdasarkan laporan dari the Convention on Antarctic Marine Living Resources (CCAMLR) dan Inspection Report UK Marine Management Organization (UK-MMO), MV NIKA melakukan penangkapan ikan tanpa izin dan atau transhipment di zona 48.3 B, yaitu di dalam wilayah The South Georgia and the South Sandwich Islands dan The Falklands Island.

Kapal tersebut juga menggunakan data AIS milik kapal lain yang bernama “Jewel of Nippon” untuk mengaburkan identitas asli MV NIKA ketika memasuki wilayah CCAMLR untuk menangkap ikan.

Sedangkan informasi dari interpol, pemerintah Panama, IMO GISIS, dan UK-MMO Inspection Report, MV NIKA telah dimiliki oleh pemilik yang sama dengan pemilik FV STS-50 “Yaitu Marine Fisheries Co. Ltd,” katanya.

Kapal itu telah bersandar di Pangkalan PSDKP Batam sejak Minggu malam. Semalam, pada 21.30 WIB dalam pengawalan KP ORCA 3, KP ORCA 2.

Sebelumnya selama perjalanan dikawal secara bergantian oleh KRI Patimura, KRI Parang, dan KRI Siwar untuk dilakukan pemeriksaan berdasarkan dugaan pelanggaran hukum di berbagai negara dan UU Perikanan Indonesia yaitu tidak menyimpan alat tangkap di dalam palka. (*)

Editor : Edi Faisol

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top