Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Kapolda Papua: Kecaman rasisme bukan masalah ideologi tapi kemanusiaan

Massa yang mengecam rasisme saat akan menyampaikan aspirasinya ke kantor gubernur Papua beberapa hari lalu – Jubi. Dok

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Kapolda Papua, Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol) Rudolf Alberth Rodja memastikan hingga kini situasi Papua aman dan tak ada penambahan pasukan, meski sempat terjadi unjuk rasa di beberapa kabupaten, belakangan ini.

Hal itu dikatakan Irjen Pol Rudolf Alberth Rodja usai rapat tertutup dengan para forum komunikasi pimpinan daerah atau forkopimda di Mapolda Papua, Kamis (22/8/2019).

“Hingga kini situasi Papua aman dan kondusif. Hari ada dua unjuk rasa di Nabire dan Yahukimo. Akan tetapi hingga siang ini laporan dari lapangan masih konsudif. Papua sementara tidak ada penambahan pasukan,” kata Irjen Pol Rudolf Alberth Rodja.

Unjuk rasa sempat terjadi di sejumlah kabupaten di Papua, diantaranya Jayapura, Merauke, Biak, Kepulauan Yapen, Mimika, Nabire, dan Yahukimo. Unjuk rasa yang digelar masyarakat Papua ini mengecam aksi persekusi, rasisme dan intimidasi terhadap mahasiswa Papua di Malang dan Surabaya, Jawa Timur juga Semarang, Jawa Tengah.

Loading...
;

Menurut Rudolf Alberth Rodja, langkah-langkah yang dibicarakan pihaknya dalam rapat internal bersama Pemprov Papua, Kodam XVII Cenderawasih dan jajarannya terkait bagaimana menjaga situasi tetap aman di Papua.

“Kami berharap besok kami diundang oleh Pemprov Papua, untuk pemprov mengambil langkah kongkrit. Kami harap gubernur yang kini berada di Jakarta menyampaikan pesan-pesan menyejukkan. Jangan yang tidak menyejukkan. Kalau gubernur menyampaikan pesan-pesan menyejukkan semua sudah selesai,” ujarnya.

Sementara Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Setda Provinsi Papua, Musa Isir yang mewakili Pemprov Papua meminta masyarakat Papua tetap tenang. Tidak terprovokasi oleh isu apa pun.

“Pemprov Papua sudah membentuk tim konsolidasi ke dalam dan keluar. Tim akan berangkat ke Jawa Timur dan Jawa Tengah pekan depan, kemudian kembali ke Papua melakukan konsolidasi,” kata Musa Isir.

Menurutnya, Pemprov Papua akan melibatkan para tokoh agama, tokoh adat, tokoh perempuan, pihak terkait lainnya untuk melalukan konsolidasi internal di Papua.

Mengantisipasi hal-hal tak diinginkan dan mengingatkan masyarakat Papua untuk tetap tenang karena kini berbagai pihak sedang berupaya menyelesaikan masalah ini. (*)

Editor : Edho Sinaga

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top