Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Kapolda Papua sebut pembukaan pos solidaritas salahi aturan

Aparat keamanan saat berada di depan Kampus Universitas Cenderawasih – Jubi/Roy Ratumakin.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Kapolda Papua Irjen Pol. Rudolf Albert Rodja mengaku terpaksa memulangkan para mahasiswa dari luar Papua yang berkeinginan untuk mendirikan Pos Solidaritas Eksodus Mahasiswa di halaman Auditorium Universitas Cendrawasih (Uncen). Ini dilakukan karena pembukaan pos itu tak mengantongi izin dari pihak kampus.

“Ini mahasiswa-mahasiswa dari luar Papua (mahasiswa eksodus) yang tanpa izin dari pihak Uncen mau mendirikan posko mahasiswa dan itu tidak dibenarkan. Jadi kami membubarkan mereka agar keinginan mereka untuk mendirikan posko tidak jadi dan proses perkuliahan di Uncen tidak terganggu,” kata Kapolda Rodja kepada wartawan, Senin (23/9/2019).

Kata Rodja, pihaknya telah melakukan pendekatan dan negosiasi pada mahasiswa. Dari pendekatan itu disepakati para mahasiswa akan dipulangkan ke Expo, Waena.

“Kami pulangkan mereka ke Expo, karena disitu tempat titik kumpul mereka sejak awal. Jadi ada 20 truk yang menhangkut mereka ke Expo. Jumlah mahasiswa yang dipulangkan estimasinya ada sekitar 60an orang,” ujarnya.

Loading...
;

Kapolda mengaku, ricuh yang terjadi disebabkan ada pihak-pihak yang memanfaatkan situasi agar kondisi Papua tidak aman. Apalagi saat ini tengah digelar sidang Umum PBB.

“Kami melakukan pendekatan dan negosiasi supaya persoalan ini tidak menjadi keuntungan buat mereka, karena hari ini adalah hari pertama Sidang Umum PBB dan kami dari pihak Polri tidak ingin sesuatu yang negatif bagi kami, sehingga kami berusaha bernegosiasi untuk memulangkan mereka,” katanya.

Disinggung soal aksi demo berujung anarkis di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Kapolda Rodja mengatakan saat kini kondisinya sudah bisa dikendalikan oleh aparat keamanan.

“Minggu lalu ada isu di Wamena di mana ada oknum guru mengeluarkan ujaran rasis sehingga sebagai bentuk solidaritas mereka melakukan aksi demo, tapi sudah lokalisir oleh Brimob kemudian Pak Bupati juga sudah berbicara dengan pedemo supaya tidak terjadi hal-hal yang kita inginkan. Guru tersebut juga sudah kami mintai keterangan dan ternyata, guru tersebut tidak mengeluarkan ujaran rasis,” ujarnya.

Kapolda juga berharap masyarakat Papua tidak mudah terpancing atau termakan informasih yang belum dipastikan kebenarannya. (*)

Editor: Edho Sinaga

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top