Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Kapolda Papua sesalkan penghadangan mahasiswa eksodus

Kelompok Posko Induk Mahasiswa Eksodus di Jayapura menghadang 27 mahasiswa eksodus yang akan diberangkatkan kembali ke kota studi di luar Papua oleh PAK-HAM Papua, Sabtu (11/1/2020). – Dok. Posko Induk Mahasiswa Eksodus di Jayapura

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Kepala Kepolisian Daerah Papua, Irjen Paulus Waterpauw menyesalkan terjadinya penghadangan terhadap mahasiswa eksodus yang ingin meninggalkan Papua untuk kembali melanjutkan kuliahnya di berbagai kota di Indonesia. Penghadangan itu terjadi di Padang Bulan, Jayapura, dan Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura, pada Sabtu (11/1/2020).

Hal itu disampaikan Waterpauw di Jayapura, Selasa (14/1/2020). “Saya selaku kapolda dan putera asli Papua menyayangkan insiden tersebut. [Penghadangan itu] akan berdampak kepada mahasiswa dan keamanan,” kata Waterpauw kepada Kantor Berita Antara.

Sejak persekusi dan rasisme terhadap mahasiswa Papua terjadi di Surabaya pada 16 dan 17 Agustus 2019, ribuan mahasiswa Papua yang berkuliah di luar Papua melakukan eksodus dan pulang ke Papua. Eksodus terjadi setelah sejumlah asrama atau pemondokan mahasiswa Papua di berbagai kota studi didatangi aparat keamanan atau dipersekusi organisasi kemasyarakatan.

Situasi itu membuat mahasiswa Papua merasa tidak nyaman dan aman, sehingga meninggalkan kuliahnya dan pulang ke Papua. Kepolisian Daerah (Polda) Papua memperkirakan jumlah mahasiswa eksodus yang meninggalkan berbagai perguruan tinggi di luar Papua itu mencapai 3.000 orang. Sementara Posko Induk Mahasiswa Eksodus di Jayapura menyatakan jumlah mahasiswa eksodus di Papua mencapai 6.000 orang.

Pasca eksodus itu, sebagian besar mahasiswa eksodus bertahan di Papua, dan sebagian kecil lainnya kembali ke kota studi di luar Papua untuk melanjutkan kuliah. Sejak Agustus 2019, kelompok Posko Induk Mahasiswa Eksodus di Jayapura menyeru agar semua mahasiswa eksodus solid dan bertahan di Papua. Akan tetapi, mereka belum pernah menghadang atau menghalangi mahasiswa eksodus lain yang ingin kembali ke kota studinya masing-masing.

Loading...
;

Situasi berbeda terjadi pada Sabtu, ketika sejumlah orang dari kelompok  Posko Induk Mahasiswa Eksodus di Jayapura menghadang sejumlah mahasiswa eksodus yang akan diberangkatkan Perhimpunan Advokasi Kebijakan dan Hak Asasi Manusia (PAK-HAM) Papua kembali ke kota studinya. Para anggota kelompok  Posko Induk Mahasiswa Eksodus bahkan sempat mengejar para mahasiswa eksodus yang telah tiba di Bandara Sentani. Kantor Berita Antara melansir penghadangan itu membuat 11 mahasiswa gagal berangkat ke kota studi.

Waterpauw berharap tidak ada lagi penghadangan kepada mahasiswa eksodus yang ingin kembali melanjutkan studinya. “Jangan menghalangi mahasiswa yang ingin kembali melanjutkan pendidikannya. Akibat eksodus yang dilakukannya, kuliah mereka menjadi terhambat,” katanya.

Waterpauw mengindikasikan bahwa pihak yang menghalangi mahasiswa eksodus yang ingin kembali berkuliah itu adalah mahasiswa yang sudah “drop out” (DO). Mereka berupaya mengajak rekan lainnya agar tidak kembali melanjutkan kuliahnya dengan berbagai alasan. Ia menyatakan akan menindak tegas kelompok yang menghalangi pemberangkatan mahasiswa ke tempat studinya.

Waterpauw menyadari keberadaan ribuan mahasiswa eksodus yang terlanjur pulang ke Papua itu dapat menimbulkan masalah baru jika tidak ditangani secara serius. Ia berharap semua pihak mau bekerja sama untuk menangani masalah mahasiswa eksodus, agar tidak terjadi masalah di kemudian hari.

Waterpauw juga berharap Tim Pemulangan Mahasiswa Eksodus yang sudah dibentuk bekerja dengan sungguh-sungguh demi masa depan pemuda Papua. Menurutnya, pemberangkatan mahasiswa eksodus kembali ke kota studinya akan dikawal hingga ke bandara, sehingga insiden Sabtu tidak terulang. “Mari seluruh tim kerja bekerja sama dengan sungguh-sungguh agar para mahasiswa dapat kembali menyelesaikan pendidikannya yang sempat tertunda,” katanya.(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top