Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Kasus bendera dalam gereja terjadi karena tak ada ruang berekspresi di Papua

Bendera bintang kejora yang dibawa mahasiswa dalam ibadah di salah satu gereja di sekitar Abepura, Minggu (1/12/2019). – Jubi/IST

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Pastor Paroki Gereja Katolik Gembala Baik, Abepura, Kota Jayapura, RD James Kossay menilai peristiwa empat mahasiswa mengikut misa Minggu (1/12/2019) dengan riasan wajah bermotif bintang kejora dan membawa bendera bintang kejora terjadi karena tidak adanya ruang berekspresi di Papua. Hal itu dinyatakan Pastor James di Jayapura, Selasa (3/12/2019).

Sebelumnya, polisi menangkap empat mahasiswa yang membawa bendera bintang kejora dan mengenakan asesori bintang kejora dalam misa di Gereja Katolik Gembala Baik pada Minggu. Keempat mahasiswa itu adalah Marvin Yobe, Desepianus Dumupa, Paul Halapok dan Devion Tekege. Mereka sudah diperiksa polisi, dan kini sudah dipulangkan.

Pastor Paroki Gereja Katolik Gembala Baik Abepura, Pastor James Kossay menilai tindakan keempat mahasiswa yang mengikuti misa dengan membawa bendera bintang kejora itu adalah akibat dari penutupan ruang berekspresi di Papua. Keempat mahasiswa itu datang dan menyerahkan pergumulan ekspresi politiknya kepada Tuhan.

“Karena semua pintu ditutup, lalu mereka mau ke mana lagi? Mereka bawa ke dalam doa. Mereka serahkan semua kepada Tuhan,” kata Pastor James.

Loading...
;

Pastor James menilai keempat mahasiswa itu hadir sebagai jemaat biasa. “Mereka datang dangan tenang, masuk, berlutut, sembahyang, menyerahkan semua keluh kesah [kepada Tuhan]. Saya memikirkan [pilihan keempat mahasiswa itu] dalam [pemahaman] hubungan dengan itu,” ujarnya.

Tindakan keempat mahasiswa itu juga satu ekspresi tulus dan jujur di hadapan Tuhan. Mereka memberi tahu kepada Tuhan situasi dan pergumulan batin mereka. “Mereka datang serahkan apa adanya mereka. Mereka serahkan dalam diam dan tenang. Mereka tidak ribut, bahkan saat di bawa polisi tidak meronta,” kata Pastor James.

Apa yang dilakukan keempat mahasiswa itu bagian dari tindakan iman, karena Tuhan sudah bersabda untuk umatNya yang berbeban berat dan letih. “Tuhan sendiri bilang, ‘Akulah gembala yang baik, datanglah kepadaKu.’ Saya pikir mereka penuhi sabda itu,” kata Pastor James Kosaay.

Salah satu dari mahasiswa yang membawa bendera bintang kejora dalam misa Minggu itu, Desepianus Dumupa mengatakan mereka membawa bendera bintang kejora dalam ibadahnya sebagai bentuk meminta kebebasan. “Kami beribadah sambil membawa bendera untuk minta pertolongan Allah, meminta kebebasan untuk kami, bangsa Papua,” ujar Dumupa.(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top