HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Kasus DBD Kepulauan Marshall meningkat

Staf Kementerian Kesehatan Kepulauan Marshall melakukan pembersihan di sekitar rumah sakit. – RNZI/ Jack Niedenthal

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Majuro, Jubi – Orang-orang Kepulauan Marshall menghadapi risiko komplikasi kesehatan akut, jika mereka terkena infeksi demam berdarah (DBD) dua kali dari tipe yang berbeda, kata Sekretaris Kementerian Kesehatan negara itu.

Jumlah orang yang terjangkit DBD tipe 3 di Pulau Ebeye di Kepulauan Marshall terus meningkat minggu ini, dengan 158 orang sekarang terinfeksi.

Pada 2011, saat wabah DBD terakhir di Kepulauan Marshall, ada sekitar 1.600 kasus DBD tipe 4.

Saat ini, di ibu kota, Majuro, otoritas kesehatan sedang menunggu hasil tes untuk mengkonfirmasikan apakah penyakit ini telah menyebar di luar Pulau Ebeye.

Loading...
;

Menurut Sekretaris Kementerian Kesehatan, Jack Neidenthal, dua orang di Majuro, yang baru saja tiba dari Ebeye, mulai sakit-sakitan minggu ini.

Mereka tiba tepat sebelum larangan perjalanan dalam negeri diberlakukan, katanya.

“Sekarang kita telah menemukan dua kasus yang diduga DBD di sini, di Majuro. Kita telah mengirim sampel mereka untuk diperiksa di laboratorium Hawai’i. Jadi kita tidak dapat memulai tindak lanjut yang lebih pasti sampai hasil itu dikonfirmasi. Hanya perlu satu kasus DBD di Majuro dan ini akan dinyatakan sebagai epidemi,” kata Neidenthal.

“Sekolah-sekolah di Pulau Ebeye telah ditutup selang dua minggu terakhir, dan banyak dari mereka yang sakit adalah anak-anak,” katanya.

Penyemprotan nyamuk dan pembersihan di Ebeye telah membantu memperlambat penyebaran penyakit itu, kata Niedenthal.

Larangan perjalanan selanjutnya akan diberlakukan jika dua kasus di Majuro dikonfirmasikan dan wabah DBD dinyatakan telah mencapai ibu kota. Hasil pemeriksaan dari dua pasien di Majuro diharapkan akan selesai dalam beberapa hari ke depan.

Sementara itu, Palang Merah di Kepulauan Marshall telah menerima ratusan kelambu untuk dibagikan di Pulau Ebeye untuk membatasi penyebaran DBD. Manajer Palang Merah, Roger Muller, berkata negara-negara tetangga Kepulauan Marshall telah membantu menyediakan berbagai jenis bantuan.

“Jadi, kita menerima kelambu dari Palang Merah Amerika di Saipan, Kepulauan Mariana Utara, dan Palang Merah Mikronesia,” katanya. “Jumlah totalnya itu mencapai 900 kelambu yang akan dibagikan kepada mereka yang paling rentan di komunitas. ”

Sekelompok pekerja sukarela dari masyarakat juga sudah mulai bekerja dengan pemimpin-pemimpin adat di Ebeye untuk mencegah penyebaran DBD, terutama kepada anak-anak dan ibu-ibu hamil, kata Muller. (RNZI)

Editor : Kristianto Galuwo

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top