Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Kasus dugaan politik uang dua caleg DPRD Merauke tak dapat ditindaklanjuti

Koordinator Divisi (Kordiv) Hukum, Data, dan Informasi Bawaslu Kabupaten Merauke, Benedikus Tukidjo – Jubi/Frans L Kobun

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Merauke, Jubi – Kasus dugaan money politics dua caleg legislatif Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Merauke, yakni BP dari Partai Demokrat serta LA dari Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), tak ditingkatkan ke proses penyidikan oleh unsur Gakumdu dari kepolisian.

“Memang itu adalah pertimbangan penyidik dan bukan dari Bawaslu untuk kasus kedua caleg itu tak ditingkatkan ke penyidikan,” jelas Koordinator Divisi (Kordiv) Hukum, Data, dan Informasi Bawaslu Kabupaten Merauke, Benedikus Tukidjo, kepada Jubi di ruang kerjanya, Senin (27/5/2019).

Bawaslu, menurutnya, sudah siap dengan berbagai kajian termaasuk syarat formil dan materil, namun kepolisian mengatakan tak dapat ditindaklanjuti.

Untuk kasus caleg LA dari Partai Hanura, katanya, buktinya sangat minim, meskipun telah dilakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi. Lalu antara saksi sendiri, keterangan mereka tak sinkron.

Loading...
;

Caleg Partai Demokrat,  BP, karena menurut polisi batas waktunya telah lewat atau kadaluarsa.

“Waktu itu, ketika ada laporan dari saksi Petrus Baweng, kami hitung masih bisa diproses lebih lanjut. Namun begitu dibawa ke sentra Gakumdu, unsur penyidik dari kepolisain mengatakan tidak bisa,” ujarnya.

Alasannya, menurut dia, saksi Petrus Baweng mengetahui dugaan bagi-bagi uang antara tanggal 15-16 April menjelang pencoblosan tanggal 17 April, namun baru dilaporkan tanggal 18 April.

“Ya, hitungan kami masih dapat diproses, tetapi kata penyidik tak bisa ditingkatkan ke penyidikan,” katanya.

“Memang keputusan ada di tangan penyidik, setelah kami melakukan pertemuan di tingkat  Gakumdu. Betul bahwa dari pembahasan pertama oleh Bawaslu, telah memenuhi syarat formil serta materil. Tetapi ketika pembahasan kedua di Gakumdu, dari kepolisian menyatakn kedua kasus dimaksud tak dapat ditindaklanjuti ke penyidikan,” lanjutnya.

Seorang pengamat hukum dari Universitas Negeri (Unmus) Merauke, Burhanudin Zein, beberapa waktu lalu minta kepada Bawaslu agar memproses tuntas laporan masyarakat, terkait dugaan money politics oleh sejumlah caleg.

“Berbagai kalangan berharap sejumlah caleg yang terlibat money politics menjelang pelaksanaan pencoblosan tanggal 17 April 2019 lalu, agar diproses sesuai aturan hukum yang berlaku,” pintanya. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top