Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Kawasan Robonghollo segera ditutup dari aktivitas masyarakat

Warga masyarakat yang tinggal di bantaran sungai, melihat rumah-rumah mereka yang hilang dibawa banjir bandang – Jubi/Engel Wally

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Sentani, Jubi – Status Gunung Robonghollo telah ditetapkan sebagai bencana permanen oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura, menyusul banjir bandang yang menerjang Sentani, 16 Maret silam.

Sejumlah kepala suku dan ondofolo minta Pemkab Jayapura secepatnya melakukan sosialisasi terkait pemindahan warga yang tinggal dan menetap di kawasan cagar alam Robonghollo.

“Karena sudah jadi bencana permanen, mau tidak mau, pemerintah harus ambil alih secepatnya memindahkan warga masyarakat yang masih tinggal di kawasan penyangga. Termasuk mereka yang awalnya tinggal di kawasan penyangga dan saat ini berada di tempat pengungsian, pemerintah harus mencari solusi secepatnya,” ujar Yanto Eluay, Ondofolo Kampung Sereh, saat ditemui di Sentani, Jumat (10/5/2019).

Dikatakan, pihaknya bersama masyarakat Kampung Sereh belum lama ini telah memasang papan larangan berkebun di kawasan cagar alam Robonghollo, tetapi sempat terjadi keributan antar masyarakat yang sudah lebih dulu membuka kebun di kawasan tersebut.

Loading...
;

“Kita kasih kesempatan satu bulan untuk mengambil hasil, selanjutnya adalah urusan pemerintah untuk lakukan sosialisasi. Kawasan cagar alam ini akan segera kami tutup dari semua aktivitas masyarakat,” tegasnya.

Sebelumnya, Kepala BNPB Pusat, Doni Monardo, di Jakarta beberapa waktu lalu, dalam rapat koordinasi dengan sejumlah kementerian dan lembaga serta Pemerintah Kabupaten Jayapura menyarankan masyarakat yang saat ini masih tinggal di pengungsian agar segera dipulangkan kembali ke tempat asalnya. Baik yang tinggal di Sentani maupun mereka yang di bagian pegunungan melalui koordinasi pemerintah daerah setempat.

“Jangan lama-lama masyarakat tinggal di pengungsian, bisa jadi mereka kembali lagi ke tempat asal mereka seperti sebelum bencana. Dan itu akan sangat rumit lagi,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, mengatakan pihaknya dalam waktu dekat akan melakukan koordinasi bersama dengan sejumlah kepala daerah di pegunungan untuk bersama-sama mencari solusi pemulangan warga dari Sentani ke daerah asal masing-masing.

“Menggunakan transportasi udara yang tersedia di Bandara Sentani. Sementara tim sedang mengurus dan menghitung budget anggarannya yang akan disampaikan kepada BNPB Pusat tetapi juga pemerintah daerah asal,” pungkasnya. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top