Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Keadaan darurat Vanuatu akibat hama kumbang diperpanjang

Hama kumbang Coconut Rhinoceros Beetle (CRB). – RNZI/ Koro Vakauta

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Port Vila, Jubi – Keadaan Darurat yang dinyatakan oleh Pemerintah Vanuatu dari 19 Juli hingga Kamis pekan lalu (22/8/2019), telah diperpanjang lagi 60 hari ke depan, untuk menghentikan penyebaran dan memberantas hama kumbang Coconut Rhinoceros Beetle (CRB) yang mengancam petani di negara itu.

Perpanjangan ini ditetapkan oleh Dewan Menteri (Council of Ministers; COM) dan berarti bahwa Keadaan Darurat akan berakhir pada 21 Oktober 2019 (Minggu).

Pada Kamis pekan lalu (22/8/2019), COM sepakati bahwa Departemen Biosecurity Solomon Islands (BSI) akan terus melakukan operasi darurat di North Efate selama 60 hari lagi, untuk menyelesaikan Tahap 1 dari program pemberantasan CRB. Program-program ini akan dilaksanakan dengan menggunakan dana darurat yang telah disetujui, sebesar Vt35 juta, sebagaimana disepakati dan dialokasikan oleh COM dalam pertemuan sebelumnya.

Semua kekuasaan untuk menanggapi keadaan darurat ini dan memberikan perintah di bawah UU perlindungan tanaman, Plant Protection Act, telah diberikan pada kementerian terkait agar dapat digunakan untuk melanjutkan operasi darurat.

Dewan Menteri mendorong semua lembaga pemerintah, termasuk Vanuatu Mobile Force dan Office of Maritime Regulator, terus membantu BSI dalam melaksanakan operasi itu dengan menempatkan pos-pos pemeriksaan selama 60 hari ke depan.

Dana darurat sebesar Vt35 juta yang disetujui itu, juga digunakan untuk menyelidiki laporan serangan hama itu di lokasi lain, seperti Pulau Emae dan Santo Selatan.

Loading...
;

COM setuju juga telah menyetujui Tahap 2 operasi itu, untuk melepaskan agen kendali biologis dan pemantauan intensif, untuk ditunda 22 Oktober mendatang hingga 19 April 2020.

Tim penasihat CRB telah diperintahkan oleh COM untuk melakukan penilaian secepatnya, dan membantu memberikan arahan strategis mengenai pemberantasan spesies yang diperkenalkan ke Vanuatu itu.

Kementerian Pertanian, Peternakan, Kehutanan, Perikanan, dan Biosecurity telah diinstruksikan oleh COM, untuk menyiapkan rencana pemulihan dan rehabilitasi bagi masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya yang terkena dampak program pemberantasan CRB.

Kementerian Pendidikan dan Pelatihan juga telah diminta untuk melakukan intervensi melalui pelajar, namun keputusan itu tidak menguraikan apa yang harus dilakukan. (Daily Post)


Editor : Kristianto Galuwo

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top