Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Kecam aksi rasis di Surabaya dan Malang, masyarakat Papua dan KNPB akan gelar aksi

Aksi solidaritas menolak rasisme terhadap Mahasiswa Papua – Jubi/Dok.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Manado, Jubi – Masyarakat Papua dari berbagai daerah akan menggelar aksi sebagai bentuk protes tindakan represif aparat pada mahasiswa Papua di Surabaya, Malang dan Semarang.

Ketua Umum Komite Nasional  Papua Barat (KNPB) Pusat, Agus Kosay mengatakan, aksi akan digelar di berbagai lokasi di Papua dan beberapa wilayah di Indonesia. Menurutnya, apa yang dilakukan aparat TNI/Polri dan Ormas pada mahasiswa Papua, telah melecehkan dan merendahkan harkat dan martabat orang Papua.

“Jadi kejadian seperti ini kita tidak bisa diam, dan dibiarkan tetapi mereka kasih kita peluruh dan kita lawan dia kembali. Lawan Kolonial itu, maka besok akan lakukan aksi di Jayapura, Timika dan beberapa tempat lainnya” kata Agus Kossay ketika dihubungi Jubi melalui sambungan telepon selularnya, Minggu 18/08/2019).

Menurut Kosay, tindakan aparat yang melakukan penangkapan serta pengerusakan serta penggunaan gas air mata pada mahasiswa adalah tindakan kolonialisme.

Loading...
;

“Memang itu hal biasa, karena kolonial Indonesia sedang melecehkan martabat manusia Papua. Karena mereka stigmakan kami orang Papua monyet berarti mereka sedang melecehkan, merendahkan dan menjatuhkan martabat Papua itu sendiri,” ujarnya.

“Bukan hanya mahasiswa Papua di Malang, Surabaya, Semarang ataupun dimana saja berada, tetapi hari ini kita merasa bahwa apa yang disampaikan TNI/POLRI ataupun Ormas-ormas reaksioner terhadap mahasiswa Papua itu adalah ungkapan hati mereka kepada rakyat dan orang Asli Papua (OAP) yang ada,” tambahnya.

Ia mengutuk  tindakan aparat kemanan di Surabaya, Malang, Semarang sebagai tindakan yang diluar hati kemanusian. Menurutnya, tindakan perusakan bendera yang dituduhkan kepada mahasiswa tak bisa dibuktikan.

“Padahal tidak memastikan itu adalah mereka yang lakukan atau tidak? Kita harus kasih tahu sikap kepada Indonesia di Pemerintah Surabaya, Semarang dan Malang bahwa mereka ingin kasih pulang Mahasiswa Papua yang distigmakan monyet-monyet itu ke Papua, Maka rakyat Papua akan memulangkan rakyat Indonesia yang ada di Papua,” kata Kossay.

Sementara Doli dari Pengurus Aliansi Mahasiswa Papua ketika dihubungi Jubi mengatakan, ia dan kawan-kawannya menerima perlakuan diskriminasi, persekusi hingga pelemparan batu.

“Ujaran rasis, pelemparan batu, ditembak dengan gas air mata dan penangkapan itu merupakan bukan hal baru. Karena yang biasa disampaikan kepada orang Papua monyet dan sebagai itukan sudah sejak lama. Jadi bagi kita yang perlu tekankan di sini adalah itu bentuk kolonialisme. Jadi Perlawanan kita hari ini bukan ras, meskipun mengata-ngatain monyet dan sejenis tetapi itu adalah kedok yang dipasang oleh kolonialisme sendiri untuk tetap mempertahankan daerah koloninya,” kata Doli. (*)

Editor : Edho Sinaga

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top