Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Kedutaan Jerman sampaikan duka mendalam untuk korban banjir Papua

Dr. David Tantow (batik) bersama Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Papua, Noak Kapisa – Jubi/Alex

Papua No. 1 News Portal | Jubi 

Jayapura, Jubi – Duka mendalam atas bencana banjir bandang dan tanah longsor di Sentani, Kabupaten Jayapura dan Kota Jayapura tak hanya dirasakan masyarakat Papua, namun juga menyentuh hari masyarakat internasional.

Dr. David Tantow, penasehat pengembangan kerjasama Kedutaan Besar Jerman, di Jakarta di sela-sela kunjungan kerjanya di pemerintah provinsi Papua menyatakan, pihaknya merasakan duka yang mendalam terhadap bencana yang menimpa masyarakat Papua.

“Kami merasa berduka, dan kami tahu pemerintah Indonesia melalui Presiden juga sudah memberikan perhatian yang besar untuk masalah ini,” kata David usai melakukan pertemuan dengan jajaran pemerintah Papua, di Jayapura, Senin (18/3/2019).

Ia katakan, pemerintah Jerman memang belum bisa memberikan bantuan untuk masyarakat yang tertimpa musibah, namun pihaknya meyakini melalui kerjasama di sektor lingkungan hidup, kehutanan, dan tata kelola lingkungan hidup akan bisa mendukung pencegahan bencana yang sama di masa depan.

“Sejak 2017, pemerintah Jerman telah melakukan MoU mengenai pengelolaan lingkungan hidup dan kehutanan. Dalam kerjasama tersebut sudah termasuk didalamnya beberapa daerah lainnya seperti Papua dan Papua Barat,” ujarnya.

Di tempat yang sama. Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Papua, Noak Kapisa mengatakan kedatangan pemerintah Jerman ke Bumi Cenderawasih untuk melakukan kerjasama dan tata kelola hutan serta lingkungan.

Loading...
;

“Intinya mereka datang untuk melakukan kerjasama seperti lingkungan dan kehutanan, dalam waktu dekat mereka akan stay di Papua, mereka bersedia bagaimana mengelola hutan dan program peningkatan kapasitas hutan dan lingkungan,” kata Kapisa.

Dia menambahkan, di 2017 lalu, Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Jerman sudah melakukan MoU, dalam MoU tersebut akan melakukan kegiatan pengelolaan hutan dan lingkungan hidup.

“Mereka fokus bagaimana keterlibatan masyarakat lokal. Dengan melakukan pelatihan dan magang. Intinya mereka siap melakukan program ini,” ujarnya. (*)

Editor: Syam Terrajana

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top