Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Kejari Timika segera tetapkan tersangka korupsi dana sampah

Kantor Kejaksaan Negeri Timika – Jubi/bisnisjakarta.co.id

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Timika, Jubi – Kejaksaan Negeri Timika, Papua, dalam waktu dekat segera menetapkan tersangka dugaan korupsi dana penanganan sampah pada Dinas Lingkungan Hidup/DLH Kabupaten Mimika tahun anggaran 2018.

Kepala Seksi Pidana Khusus pada Kejari Timika ,Donny S Umbora, di Timika, Selasa (23/7/2019), mengatakan kasus tersebut sudah ditingkatkan ke tahap penyidikan.

“Sekarang masih dalam bentuk sprintdik (surat perintah penyidikan) umum, kami belum menentukan siapa-siapa yang akan menjadi tersangkanya. Kami akan memeriksa saksi-saksi, mengumpulkan alat bukti lainnya dan berkoordinasi dengan BPKP Perwakilan Papua untuk mengaudit kerugian negara,” jelas Donny.

Menurut dia, alokasi anggaran untuk pengelolaan persampahan di DLH Mimika tahun anggaran 2018 sebesar Rp18 miliar. Dari plafon anggaran itu, Rp9 miliar lebih digunakan untuk pengadaan barang dan jasa.

Loading...
;

“Anggaran yang diperuntukkan bagi pengadaan barang dan jasa itulah yang menjadi objek pemeriksaan kami,” kata Donny saat mendampingi Kepala Kejaksaan Negeri Timika, Ferry Herlius.

Donny menambahkan jajarannya membutuhkan waktu untuk mendalami lagi kasus tersebut sebelum menetapkan siapa-siapa yang bertanggung jawab dalam pengelolaan anggaran pengadaan barang dan jasa pengelolaan sampah di Kota Timika tersebut.

“Yang pasti, yang paling bertanggung jawab yaitu pihak ketiga penyedia barang dan jasa serta dinas terkait. Potensi kerugian negara sedang dalam hitungan pihak BPKP Perwakilan Papua,” jelasnya.

Untuk diketahui, pada tahun anggaran 2018 DLH Mimika mendapat alokasi dana Rp 18.487.325.700 yang bersumber dari APBD Kabupaten Mimika untuk kegiatan peningkatan operasi dan pemeliharaan prasarana serta sarana persampahan.

Dana tersebut digunakan untuk tiga kegiatan yaitu belanja pegawai, belanja barang dan jasa, serta belanja modal.

Khusus untuk belanja barang dan jasa dialokasikan dana sebesar Rp9.056.248.868. Kegiatan yang dianggarkan dari dana tersebut mencakup belanja bahan bakar minyak (BBM) dan oli pelumas operasional TPS (tempat pembuangan sementara) – TPA (tempat pembuangan akhir) sampah, belanja jasa servis dan suku cadang kendaraan operasional pengangkut sampah serta belanja pakaian kerja lapangan tenaga kebersihan triwulan I, dan II serta semester II TPS –TPA tahun anggaran 2018.

Sebelumnya, Kepala Kejaksaan Negeri Timika Ferry Herlius menegaskan keberadaan Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) di wilayah itu bukan sebagai wadah untuk melindungi para koruptor.

“Saya minta tolong ke teman-teman dinas dan organisasi perangkat daerah lainnya di Mimika, jangan berlindung di belakang TP4D. Kalau ada yang seperti itu, saya perintahkan Kasie Pidsus untuk melakukan tindakan. Saya tidak mau OPD berlindung di balik TP4D,” kata Ferry Herlius, usai memimpin upacara peringatan Hari Bhakti Adhiyaksa ke-59 di Kantor Kejari Timika, Senin (22/7/2019).

Ferry mengatakan keberadaan Kantor TP4D di Kejari Timika dibangun atas kerja sama dengan Pemkab Mimika.

Semua fasilitas Kantor TP4D, termasuk sarana dan prasarana di dalamnya dibantu Pemkab Mimika.

Meski begitu, katanya, jajaran Kejari Timika dituntut harus tetap profesional untuk mengusut dan mengungkap semua praktik korupsi yang merugikan keuangan negara.

“Saya dan semua teman-teman di bidang masing-masing harus mengawasi diri sendiri, bekerja professional, dan mempertahankan wilayah bebas korupsi (WBK) dan wilayah birokrasi bersih melayani (WBBM). Yang paling penting yaitu harus memiliki integritas, menjunjung tinggi jati diri, menjaga diri, dan mau dikoreksi,” kata Ferry. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top