Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Keluarga korban pelecehan minta polisi hentikan proses hukum

Ilustrasi pixabay.com

Tetapi saya meminta kepada pengadilan untuk vonis bebas anak saya

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Keluarga korban intimidasi dan pelecehan seksual meminta kepolisian menghentikan proses hukum selanjutnya. Lantaran perlakuan Aparat yang diskriminatif dan melecehkan martabat perempuan.

“Saya sebagai orang tua tidak menerima perlakuan pihak kepolisian. Sehingga Walaupun dia akan menjalani masa persidangan. Tetapi saya meminta kepada pengadilan untuk vonis bebas anak saya,” kata Ade Lokobal, orang tua korban pelecehan dan intimidasi, kepada Jubi, Senin (9/12/2019).

Baca juga : Korban pelecehan seksual di gereja Guam bertambah tiga

Pelaku pelecehan seksual divonis tujuh tahun oleh PN Jayapura, keluarga korban kecewa

Korban dalam keberagaman: Kentalnya rasisme dan diskriminasi terhadap orang Papua

Loading...
;

Menurut Lokobal, anaknya justru tak aman saat dikirim ke lembaga. “Saya mengkawatirkan kondisi anak saya yang diperlakukan demikian oleh polisi itu sendiri. Apalagi kalau dia tiba di lembaga pemasyarakatan,”kata Lokobal menjelaskan.

Ia minta agar Ppropam Polda menindak tegas polisi pelaku intimidasi dan pelecehan seksual terhadap anaknya. Lokobal menyebutkan sebelumnya putrinya ditankap Polres Jayawijaya tanpa sepengetahuan keluarga, polisi juga membawanya ke Polda Papua untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka pasca terjadi demo di Wamena.

“Saat itu semua pelajar mengungsi dari kota Wamena termasuk anak saya. Tetapi kami dari keluarga manggil untuk menyerahkan diri ke pihak kepolisian,”katanya.

Anggota koalisi Penegak Hukum dan Hak Asasi Manusi Papua, Yuliana Yabansabra meragukan keamanan tersangka yang sebelumnya mendapat intimidas dan pelecehan dari aparat kepolisian. “Kami Koalisi Penegak Hukum dan HAM untuk Papua, meragukan keamanan tersangka perempuan selama berada di rumah tahanan Polda Papua,” kata Yuliana saat membacakan pernyataan sikap Koalisi Penegak Hukum HAM Papua.

Koalisi meminta Kapolda segera menahan dan memproses anggota Polres Jayawijaya dan Polda Papua yang menjadi pelaku intimidasi dan pelecehan.

“Kapolda [harus] segera memerintahkan Bidang Propam menahan, memproses dan memecat dengan tidak hormat oknum anggota polisi yang melakukan pelanggaran disiplin Kepolisian Republik Indonesia terhadap Tersangka Perempuan di Rutan Polres Jayawijaya dan Rutan Polda Papua,” katanya. (*)

Editor : Edi Faisol

 

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top