Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Keluarga Kurdi mengungsi ke perbatasan Suriah-Irak

Tenda pengungsi, pixabay.com

Operasi Turki itu berlangsung beberapa saat setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan penarikan pasukannya dari kawasan itu.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Semalka, Jubi  – Suleiman Mohamed bersama keluarganya sudah 10 hari mencari tempat perlindungan terdekat setelah meninggalkan rumahnya yang terkena serangan pasukan Turki di bagian utara Suriah. Pria pekerja serabutan itu ingin mencari tempat perlindungan di Irak, yang bertetangga dengan Suriah.

Keluarga Mohamed berada di antara sedikitnya 160 ribu orang Kurdi Suriah yang disebut PBB meninggalkan rumah mereka untuk berlindung dari operasi militer Turki di bagian timur laut Suriah. Kampung halamannya di Ras al-Ain adalah salah satu kawasan yang jadi sasaran serangan udara Turki.

Operasi Turki itu berlangsung beberapa saat setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan penarikan pasukannya dari kawasan itu. Penarikan tersebut memberikan lebih banyak ruang bagi Turki untuk mengejar musuh-musuhnya dari milisi Kurdi Suriah tanpa menghadapi risiko terlibat kontak senjata langsung dengan pasukan AS.

Loading...
;

Mohamed sudah pergi dari satu kota ke kota lain di wilayah bagian timur laut itu, tidur di sekolah-sekolah yang juga menjadi tempat berlindung bagi orang-orang lain yang senasib dengannya. Di satu titik, dia berusaha menyewa sebuah rumah sebelum menyerah dan bergerak ke perbatasan dengan Irak.

Sekitar 5.000 orang telah melintasi perbatasan itu dalam sepekan belakangan, kata kelompok-kelompok bantuan pada Senin. Banyak dari mereka menggunakan jasa penyelundup dengan membayar hingga 1.500 dolar AS per keluarga. Mereka terpaksa berkemah di sisi perbatasan wilayah Irak kepada Reuters pekan lalu.

Tapi, mereka yang tak memiliki uang tunai seperti Mohamed tak bisa berbuat apa-apa. Mereka duduk-duduk bersama orang-orang lain yang mengungsi di jalan dekat tempat pemeriksaan perbatasan Semalka. Pasukan Kurdi yang menguasai kawasan itu hanya mengizinkan mereka yang luka-luka melintas, tidak para keluarga pada umumnya.

“Rumah kami tak ada lagi. Kami berusaha tinggal di sekolah-sekolah di Tel Tamir tetapi tak ada lagi tempat, sementara ongkos sewa apartemen di Qamishili sebesar 50.000 dinar Irak  yang saya tak miliki,” kata pria berusia 40 tahun itu sambil berdiri dekat istri dan dua anaknya.

Suku Kurdi Suriah di sisi Irak mengatakan milisi Kurdi YPG, komponen utama dari Pasukan Demokratik Suriah (SDF), mempersulit jalan keluar. Kelompok itu masih menguasai sebagian besar kawasan di timur laut yang sudah dikuasainya selama bertahun-tahun. (*)

Editor : Edi Faisol

 

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top