HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Keluarga Yamban beri waktu tiga hari untuk Bank Papua Nabire bayarkan uang sengketa lahan

Keluarga Yamban beri waktu tiga hari untuk Bank Papua Nabire bayarkan uang sengketa lahan

Pertemuan antara Bank Paua, Pemkab Nabire dan keluarga Yamban di Halaman Kantor Bank Papua Cabang Nabire – Jubi/Titus Ruban.

Nabire, Jubi – Aksi pendudukan yang dilakukan keluarga Yamban atas lahan yang ditempati kantor cabang Bank Papua Nabire jumat (05/07), berujung mediasi oleh pihak Polres Nabire. Pertemuan berlangsung di halaman kantor tersebut, pada selasa (09/07/2019) sejak pagi hingga sore.

Mediasi oleh jajaran Polres Nabire, dihadiri Divisi Hukum Bank Papua, Kepala Kantor Cabang Bank Papua Nabire, Pemkab Nabire, keluarga Yamban, LMA Nabire, Suku Wate, Suku Yerisiam, Suku Yaur serta perwakilan masyarakat adat setempat.

Kapolres Nabire, melalui kepala Bagian Perencanaan (Kabag Ren), AKP. Sofyan Samakori mengatakan, pihaknya memediasi persoalan sengketa lahan antara Bank Papua, pihak Pemkab Nabire serta keluarga Alm. Robert Yamban.

Pertemuan ini dimaksud untuk mencari solusi dan jalan keluar atas sengketa dan pemalangan yang dilakukan pihak keluarga sebelumnya yang belum mencapai titik terang.

“Kita ingin mencari solusi, baik melalui jalur hukum maupun adat. Namun diharapkan agar semua dibahas dengan baik sesuai aturan dan tata krama yang ada,” ujar Samakori membuka percakapan.

Asisten III mewakili dari Pemkab Nabire, Pieter Erari mengatakan, Bank Papua adalah Bank Daerah, maka saham – sahamnya pun adalah dari pemerintah daerah, baik Provinsi maupun Kabupaten.

Selain itu ia katakan, persoalan penyerahan lahan kepada pihak Bank dilakukan semasa jabatan Bupati sebelumnya, kepada pihak Bank untuk menggunakan tanah ini sebagai kantor operasional.

“Jadi masalah ini sesuai hukum sebenarnya sudah selesai dan sah milik Bank Papua. Pesan Bupati Nabire saat ini bahwa penyerahan tanah ini oleh Bupati sebelumnya sudah final. Maka dari pihak Pemkab dan Bank sudah tidak ada lagi memberi imbalan kepada siapapun. Artinya dari surat – surat yang ada sudah sah,” ujar Pieter Erary.

Akan tetapi, jika belum ada kesepakatan dan jalan keluarnya, maka menurut Erari, hasil pertemuan ini akan dilanjutkan ke bupati sebagai pimpinan daerah. Apapun hasilnya akan disampaikan pada pertemuan berikut sesuai kesepakatan.

“Jadi karena belum ada titik terang, maka kami minta bapak ibu sabar supaya kami sampaikan kepada pimpinan daerah dan kita akan ketemu jumat besok,” bebernya.

Sementara itu, Perwakilan Bank Papua Divisi Hukum, Soleman mengatakan Bank Papua tidak bisa semudah itu membayar tuntutan masyarakat. Sebab ada aturan.

Artinya bahwa bank sudah sah dengan kepemilikannnya yang didasari oleh surat pernyataan yang telah disepekati bersama saat itu.

“Jadi saat itu ada penyerahan berupa uang dan ada kwitansinya yang sudah ditandatangani bersama,” bebernya.
Kemudian kata Soleman, pihak Bank Papua bertukar lahan dengan pihak Pemkab Nabire sebab tanah lama yang didimiliki bank tersebut cukup sempit.

Terkait tuntutan itu, pihaknya meminta waktu kepada masyarakat agar hasil pertemuan tersebut dilaporkan kepada pimpinan bank Papua pusat.

“Biar keluhan dan tuntutan dari bapak ibu akan kami lanjutkan ke pimpinan pusat yakni direksi. Sedangkan, bisa dan tidaknya pembayaran, kami belum bisa tentukan sebab harus dibahas terlebih dahulu,” tuturnya.

Pihak keluarga Yamban, Sem Yamban menekankan bahwa sejak pagi hingga sore tidak ada titik terang dalam pertemuan tersebut. Padahal pihaknya hanya menuntut haknya sebab tanah sudah di gunakan oleh pihak Bank Papua lebih 10 tahun. Sehingga, dia meminta waktu tiga hari ke depan untuk penyelesaian dan pembayaran hak atas tanah yang di tempati bank Papua saat ini.

“Tuntutan kami bukan hari ini saja, tapi sudah lama. Dan hari ini tidak ada titik terang. Jadi saya minta waktu tiga hari ke depan, saat itu kita tidak bicara lagi tapi langsung dibayar,” tegasnya.

Pertemuan tersebut sejak pagi hingga sore belum mencapai kesepakatan dari ketiga pihak. Pihak penuntut memberikan waktu tiga hari ke depan yang kemudian disepakati bersama bahwa, jumat besok akan kembali duduk bersama.

Namun catatan dari keluarga bahwa jika pada pertemuan Jumat nanti, bukan saatnya untuk membahas tetapi menerima bayaran dari pihak bank maupun pemerintah sebesar Rp15 Miliar Rupiah. (*)

Editor: Syam Terrajana

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Populer

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)