Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Kemajuan ekonomi di China bikin orang malas nikah

Ilustrasi pernikahan, pixabay.com

Kota Shanghai sebagai daerah setingkat provinsi yang paling maju perekonomiannya, tercatat dari 1.000 orang hanya 4,4 orang yang menikah, disusul oleh Provinsi Zhejiang di angka 5,9 orang.

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Beijing, Jubi – Angka pernikahan di China sangat rendah, terutama di sejumlah daerah yang mengalami kemajuan secara ekonomi. Biro Pusat Statistik Nasional (NBS) dan Kementerian Kependudukan China (MCA), mencatat pada 2018 hanya terdapat rata-rata 7,2 orang yang menikah dari setiap 1.000 orang usia nikah.

“Angka pernikahan itu sangat rendah di China dalam 10 tahun terakhir,” tulis media resmi setempat, Selasa, (16/7/2019).

Baca juga : Putri Jepang Ayako menikah dengan rakyat biasa

Loading...
;

Australia rekomendasikan Pastor dibolehkan menikah

MK batalkan larangan menikah dengan teman sekantor

Laporan itu menyebutkan di Kota Shanghai sebagai daerah setingkat provinsi yang paling maju perekonomiannya, tercatat dari 1.000 orang hanya 4,4 orang yang menikah, disusul oleh Provinsi Zhejiang di angka 5,9 orang.

Angka pernikahan juga sangat rendah di Provinsi Guangdong, Kota Beijing, dan Kota Tianjin yang merupakan daerah maju di China.

Profesor Yuan Xin, dari Nankai University, Tianjin, mengemukakan alasan utama rendahnya angka pernikahan terjadi lantaran banyaknya orang yang tidak ingin menikah.

“Warga berlatar belakang pendidikan tinggi biasanya memilih tidak buru-buru menikah,” kata Xin.

Baca juga : Penduduk Manus diminta tidak menikahi pengungsi

Ia menjelaskan hampir 40 persen perempuan lulusan perguruan tinggi masih bekerja atau sedang mengejar gelar doktor sehingga mereka memilih berumah tangga dengan pria yang memiliki latar belakang pendidikan setara.

“Alasan itu pula yang membuat perempuan berpendidikan di China butuh waktu lama mendapatkan jodoh,” kata Xin menjelaskan.

Ia menyebutkan usia rata-rata menikah bagi penduduk Shanghai pada 2015 adalah 30,3 tahun untuk pria dan 28,4 tahun untuk wanita. Federasi Perempuan Shanghai (SWF) mencatat usia rata-rata itu mundur lima tahun untuk pria dan 5,4 tahun untuk wanita dibandingkan 2005.

Saat ini terdapat sekitar 7 persen perempuan berusia 30-35 tahun di China tidak menikah, atau lebih dari 10 kali lipat lebih tinggi dibandingkan 1990.

Akselerasi urbanisasi menjadi beban ekonomi tersendiri bagi warga yang tinggal di perkotaan sehingga minat untuk menikah dan memiliki keturunan makin rendah.

Sedangkan survei Liga Pemuda Komunis China (CYLC) pada 2018 mendapati 69,5 persen responden menyatakan tidak menikah hingga menemukan alasan yang bisa mereka terima. Selain itu survei tersebut juga menemukan 15,6 persen responden merasa nyaman hidup sendirian. (*)

Editor : Edi Faisol

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top