Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Kemenko PMK cek kesimpangsiuran bantuan untuk pengungsi Nduga

Rapat koordinasi penanganan masyarakat terdampak konflik yang digelar Kemenko PMK di Wamena. -Jubi/Islami

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Wamena, Jubi – Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Republik Indonesia, Selasa (5/11/2019), mengunjungi Jayawijaya dan melaksanakan rapat koordinasi (rakor) penanganan masyarakat terdampak konflik, bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayawijaya, Lanny Jaya dan juga Nduga.

Deputi I Bidang Koordinasi Kerawanan Sosial dan Dampak Bencana, Kemenko PMK, Dody Usodo Hargo mengatakan, ada isu tersebar para pengungsi Nduga tidak mendapat bantuan, padahal pemerintah pusat sudah menyalurkan bantuan.

“Makanya saya cek ke Wamena sini apakah itu hanya sampai tingkat pengiriman pendistribusian, tapi tidak sampai ke masyarakat penerima bantuan, itu yang saya mau buktikan,” kata Dody.

Dari hasil rakor, ia menemukan bahwa bantuan hanya diserahkan di Wamena, padahal masyarakat yang mengungsi sesuai data Pemkab Nduga ada empat distrik, otomatis masyarakat di distrik tersebut tidak menerima bantuan, hanya masyarakat Nduga yang sudah lama tinggal di Jayawijaya.

Loading...
;

“Ini jadi pertanyaan makanya kita lakukan rakor di sini, supaya kita menerima informasi resmi secara langsung dari pemerintah daerah, dengan menghadirkan juga sejumlah kementerian terkait apa yang sudah dilakukan,” katanya.

Menyikapi kesimpangsiuran penyaluran bantuan itu, kata dia, hal yang tepat dilakukan ialah bekerja sama dengan pemerintah daerah setempat, mengenai bagaimana cara mendistribusikan ke tempat tujuan dan menggunakan transportasi apa untuk menyalurkan bantuan.

Ia mengakui memang yang menjadi hambatan penyaluran bantuan tidak sampai ke masyarakat di distrik terdampak itu, karena masih dihembuskan kabar jika bantuan disalurkan melalui TNI dan Polri, akan ditolak masyarakat.

“Padahal siapa yang berani menjamin keamanan misalnya ada bantuan dari Kemensos, lalu siapa yang berani mengantar bantuan ke Mbua, Yigi tanpa pengawalan TNI dan Polri? Sehingga saya bilang jangan lagi mendengar hembusan yang tidak benar, kalau mau bantu pengungsi ada empat distrik di Nduga yang masih membutuhkan dan harus sampai ke tujuan, karena sampai minggu kemarin bantuan ke Nduga masih berjalan,” katanya.

Ia pun menyinggung soal data kematian warga Nduga yang mencapai 300-an orang, khususnya ibu-ibu dan anak-anak yang dianggapnya dieksploitasi, seolah-olah pengungsi meninggal karena sakit akibat tidak mendapat perhatian atau bantuan dari pemerintah.

“Kalau mengungsi ke hutan apakah menuju ke tempat yang lebih layak atau lebih susah, karena ke hutan tidak bisa ter-cover oleh pemerintah,” katanya.

Sementara itu, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Pemkab Nduga, Ricky Kapele, mewakili Pemkab Nduga mengaku pemerintah daerah pun kesulitan mengenai data pengungsi. Bahkan, lanjutnya, Pemkab Nduga kesulitan untuk mengantarkan bantuan ke empat distrik terdampak konflik, karena situasi dan kondisi di daerah tersebut.

“Awal terjadi konflik Pemkab Nduga dibantu aparat mencoba kirim bantuan ke Distrik Yigi (bantuan) dari Dinas Sosial Provinsi, meski di sana hanya ada beberapa masyarakat, namun bantuan itu telah sampai di tangan masyarakat,” katanya.

Ia mengaku selama ini Pemkab Nduga hanya mengandalkan APBD untuk menangani masalah pengungsi, meski sempat mendapat bantuan dari Kementerian Sosial namun bantuan itu pun sempat ditolak masyarakat. Setelah berkoordinasi dengan Dandim dan diserahkan ke pemkab, akhirnya bantuan disalurkan ke sembilan distrik, tersisa tiga distrik yang belum menerima bantuan.

“Bantuan yang dari Kementerian Sosial diserahkan kepada masyarakat Nduga yang ada di Jayawijaya, akan tetapi pengungsi yang ada di empat distrik itu belum tersentuh bantuan pemerintah pusat. Selama ini kami hanya mengandalkan APBD untuk membantu mereka,” katanya. (*)

Editor: Kristianto Galuwo

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top