Kepsek SD YPK Onomi Felafauw: Permintaan pemilik hak ulayat harus diselesaikan 

Kepsek SD YPK Onomi Felafauw: Permintaan pemilik hak ulayat harus diselesaikan 

Siswa SD YPK Onomi Felafauw Sentani yang ikut ulangan di para-para halaman Gereja GKI Onomi Felafauw Sentani – Jubi/Engel Wally

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Sentani, Jubi – Kepala Sekolah SD YPK Onomi Felafauw Sentani, Anace Aibekop, mengatakan selama tuntutan pemilik hak ulayat tidak dipenui, sekolah ini akan selalu dipalang dan mereka merasa sudah tidak punya sekolah untuk proses belajar mengajar.

“Bisa dibayangkan, anak-anak ini harus belajar di rumput halaman gereja, tidak punya meja, para-para di halaman. Memang kita tidak punya sekolah lagi,” ujar Aibekop, di halaman Gereja GKI Onomi Felafauw Sentani, Senin (13/5/2019).

Dikatakan, sebagai anak Papua yang berjuang untuk meningkatakan Sumber Daya Manusia (SDM)  di tanah ini, akan tidak berguna sama sekali kalau kondisi seperti ini terus terjadi.

Dan yang disayangkan adalah ada ratusan anak-anak sebagai penerus cita-cita bangsa dan daerah ini harus berhadapan dengan kondisi yang tidak terpuji seperti ini.

“Ada bibit-bibit kebencian, marah, dan kesal akan ada di dalam pikiran mereka ketika berhadapan dengan kondisi sekolah mereka yang dipalang. Karena, selain di rumah, sekolah juga sebagai tempat mereka bermain, belajar, dan bersosialisasi dengan anak-anak sebaya mereka,” jelasnya.

Sudah berulang kali, kata Aibekop, kesepakatan dibicarakan antara pemilik hak ulayat dan pihak YPK, dari tingkat formal, hingga ke para-para adat. Tetapi, kondisi dilapangan yang dirasakan saat ini harus meninggalkan ruang kelas, sekolah, dan mencari tempat yang aman untuk proses belajar mengajar.

“Secara lisan, tertulis, sudah kami sampaikan kepada pihak YPK di Tanah Papua, pemerintah daerah, Dinas Pendidikan, dan jawaban yang kami terima adalah menunggu,” ungkapnya.

Sementara itu, Reks Yoku, alumnus SD YPK Onomi Felafauw Sentani, mengatakan solusi terbaik adalah penyelesaian tuntutan pemilik hak ulayat.

“Memang kondisi seperti ini agak rumit, apalagi ada kesepakatan yang yang sudah dibuat secara bersama. Di lain sisi, anak-anak kita juga butuh tempat serta kondisi yang nyaman dalam proses belajar.  Oleh Sebab itu, pihak yayasan dan GKI di Tanah Papua harus seriusi persoalan ini secepatnya. Karena anak-anak sedang dalam proses ulangan kenaikan kelas,” katanya. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Populer

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)