Kesadaran pria ikut KB di Ambon meningkat

Kesadaran pria ikut KB di Ambon meningkat

Ilustrasi, pixabay.com

Berbagai upaya terus dilakukan pihaknya untuk meningkatkan program KB melalui pemakaian kontrasepsi bagi pria.

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Ambon, Jubi – Tingkat kesadaran Pria di Ambon mengikuti program Keluarga Berencana (KB) mengalami peningkatan. Data Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana jumlah pria di Ambon yang mengikuti Metode Operasi Pria (MOP) meningkat setiap tahun, yakni sebanyak 98 orang menjadi 108 pada 2018.

“Partisipasi laki-laki dalam mengikuti program KB melalui Metode Operasi Pria (MOP) meningkat setiap tahun,” kata Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Ambon, Welly Patty, Rabu, (13/3/2019).

Berita terkait : BKKBN latih 37 penyuluh Keluarga Berencana untuk 8 daerah

Pemkab Nabire tetapkan 15 kampung keluarga brencana

Welly menyatakan berbagai upaya terus dilakukan pihaknya untuk meningkatkan program KB melalui pemakaian kontrasepsi bagi pria. Bahkan melakukan sistem jemput bola dilakukan secara berkala dengan melibatkan mobil pelayanan dan dokter yang melakukan operasi MOP.

“Dalam melakukan operasi, minimal ada tiga akseptor yang melakukan operasi,” kata Welly menambahkan.

Menurut welly, upaya terpenting  membangun kesadaran KB untuk pria ambon adalah mengubah pola pikir masyarakat yang masih konvensional, yakni membiarkan urusan KB menjadi urusan wanita.

Baca juga : Cagub-Cawagub diminta perhatikan penguatan pembangunan keluarga

BKKBN: keluarga agar terapkan 3 ciri ketahanan keluarga

BKKBN lakukan pengelolaan data kependudukan berbasis keluarga

Selain itu Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana juga mengajak motivator KB pria Kota Ambon, Christian Fobyan Thenu, warga Kusu-Kusu yang menjadi contoh dan teladan dalam kesertaan ber-KB. Kehadiran motivator KB pria lanjutnya, diharapkan dapat membagi pengalaman kepada masyarakat.

“Motivator KB pria dapat memberikan motivasi yang besar terhadap kesertaan ber-KB pria dengan cara memberikan informasi, memotivasi, dan mengajak sesama pria untuk menjadi peserta KB, khususnya metode vasektomi,” kata Welly menjelaskan.

Pengetahuan pria tentang kesehatan reproduksi dan KB menjadi fokus penting agar mereka mengetahui dan memahami perannya di dalam keluarga, kesetaraan dan keadilan gender dalam KB dan kesehatan reproduksi harus meningkat.

“Kita harus membangkitkan kesadaran masyarakat bahwa kesehatan reproduksi bukan hanya tanggung jawab isteri tetapi merupakan tanggung jawab bersama suami dan isteri,” katanya. (*)

Editor  : Edi Faisol

Populer

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)