HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Ketika jatah rastra dibagi merata

Pendistribusian rastra di RT 13 Kelurahan Samkai, Merauke – Jubi/Frans L Kobun

Papua No. 1 News Portal | Jubi

A KAWAI Ndiken berinisiatif membagi rata jatah beras untuk rakyat sejahtera (rastra). Asas keadilan menjadi pertimbangan mendasarnya.

“Saya mengetahui persis kehidupan masyarakat di sini. Mereka sangat membutuhkan beras  karena tak memiliki persawahan untuk menanam padi,” kata Ndiken, Kamis (16/5/2019).

Ndiken merupakan Ketua RT 13 di Kelurahan Samkai, Kabupaten Merauke. Berdasarkan data resmi pemerintah hanya terdapat 29 keluarga sebagai penerima manfaat rastra di sana.

Beras dibagikan sekaligus alias dirapel selama sembilan bulan. Setiap keluarga yang terdata sebagai penerima manfaat berhak mendapat sebanyak sembilan karung, yang masing-masing berisikan 10 kilogram beras.

Loading...
;

Kebijakan Ndiken belakangan menuai protes dari warga yang terdata sebagai penerima manfaat rastra di tempat tinggalnya. Warga yang terdiri atas para perempuan menyambangi kediaman Ndiken pada Kamis siang.

Mereka ngotot jatah rastra harus dibagikan sesuai data resmi pemerintah. Berdasarkan itu, hanya 29 keluarga yang berhak menerima bantuan sosial tersebut. Setiap keluarga memeroleh sembilan karung yang merupakan jatah dari September tahun lalu hingga bulan ini.

Lingkungan RT 13 di Kelurahan Samkai dihuni lebih dari 100 keluarga. Sebagian besar bersuku Marind-Buti. Dengan demikian, banyak warga tidak menerima ketimbang menerima manfaat rastra.

“Pagi tadi, ada beberapa ibu datang mengamuk. Mereka tidak terima dengan kebijakan yang saya ambil. Mereka maunya menerima sembilan karung sekaligus,” kata Ndiken.

Ndiken sempat bersitegang dengan warga yang menyambangi kediamannya. Kedua pihak berkukuh dengan pendirian masing-masing.

“Rastra yang didistribusikan Bulog sebanyak 261 karung. Setiap keluarga penerima saya bagi sebanyak dua karung terlebih dahulu. Kalau masih ada sisa, diatur lagi pembagiannya,” jelas Ndiken.

Diserahkan ke RT

Ndiken mempersilakan warga yang tidak berkenan dengan kebijakannya untuk mengadukan ke Dinas Sosial Kabupaten Merauke. Dia siap mempertanggungjawabkannya.

“Saya tidak bermain mata dengan siapa pun. Saya cuma mau semua warga mendapat rastra walaupun tidak masuk dalam daftar penerima manfaat. Kalau berasnya masih bersisa, dibagikan lagi kepada penerima manfaat,” kata Ndiken.

Badan Urusan Logistik (Bulog) mendistribusikan rasta ke Kelurahan Samkai sejak Selasa. Awalnya, hanya untuk delapan bulan, tetapi berdasarkan rapat bersama pengurus RT alokasinya ditambah menjadi sembilan bulan.

“Kalau ketua RT telah siap, kami akan distribusikan berasnya ke kelurahan. Selanjutnya, mereka ambil dan bawa ke setiap RT untuk dibagikan ke masyarakat penerima,” kata Kepala Bulog Subdivisi Regional Merauke, Djabiruddin.

Setiap hari, ada dua truk yang dikerahkan untuk mendistribusikan rastra dari Gudang Bulog Merauke ke kantor kelurahan atau desa. Soal teknis pembagian ke masyarakat, Bulog menyerahkan sepenuhnya kepada pengurus RT setempat.

“Kami menyalurkan rastra sesuai data keluarga. Kalau pun ada yang tak sesuai, mungkin kebijakan itu diambil oleh Ketua RT masing-masing,” ujar Djaburudin. (*)

Editor: Aries Munandar

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top