HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Ketua DPRD dan Bupati Jayawijaya keluhkan layanan internet Telkomsel

Kantor Grapari Telkomsel di Wamena, ibukota Kabupaten Jayawijaya, Papua. -Jubi/Islami

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Wamena, Jubi – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah atau DPRD Kabupaten Jayawijaya, Taufik Petrus Latuihamallo mengeluhkan buruknya kualitas layanan internet Telkomsel di Jayawijaya. Penerapan kuota layanan internet yang akan hangus di akhir periode berlangganan juga dinilai merugikan para pelanggan Telkomsel.

Latuihamallo menilai kualitas jaringan Telkomsel di Jayawijaya sudah tidak layak lagi untuk melayani kebutuhan internet masyarakat Jayawijaya. Hal itu disampaikan Latuihamallo di Wamena, ibukota Kabupaten Jayawijaya, Rabu (14/8/2019).

“Masyarakat di Wamena saat ini membutuhkan jaringan internet yang baik untuk beraktivitas. Harus disadari, semua aktivitas kita sekarang sangat bergantung kepada ketersediaan koneksi internet. Orang mau daftar pegawai harus [pakai] internet, segala sesuatu harus online. Bagaimana aktivitas itu bisa berjalan jika layanan internet tidak bisa digunakan dengan baik di Jayawijaya,” kata Latuihamallo.

Ia mengingatkan Telkomsel sebagai badan usaha seharusnya tidak melulu mencari keuntungan. Latuihamallo meminta Telkomsel meningkatkan kualitas jaringannya agar mampu melayani kebutuhan internet masyarakat Jayawijaya.

Loading...
;

“Saya imbau kepada Telkomsel untuk sesegera mungkin melakukan perbaikan, entah itu menambah daya, bandwidth, atau segala macam. [Itu harus dilakukan agar] layanan internet Telkomsel bisa terjangkau di Wamena,” katanya.

Latuihamallo juga meminta Telkomsel tidak menghanguskan sisa kuota internet para pelanggan pada akhir periode berlangganan. Buruknya kualitas koneksi internet di Jayawijaya membuat kuota internet para pelanggan di sana tidak terpakai atau tersisa banyak. Akan tetapi, setiap pergantian periode berlangganan para pelanggan tidak bisa memakai kuota tersisa itu, dan harus membeli paket kuota internet lagi.

“Berapa uang rakyat Jayawijaya yang dipakai untuk beli pulsa data, dan itu tidak berguna. Ujung-ujungnya kita harus ke warnet atau cari sinyal wifi dan saya pun mengalami itu ketika ada urusan menyangkut jaringan, saya harus turun ke Jayapura,” katanya.

Secara terpisah Bupati Jayawijaya, Jhon R Banua Pemerintah Kabupaten Jayawijaya membuat surat yang meminta Telkomsel menambah tambahan jaringan untuk Jayawijaya. Surat itu dikirimkan empat bulan yang lalu.

“Penggunaan dan kebutuhan jaringan internet melalui ponsel saat ini sangat besar. Saya berharap Telkomsel bisa melihat ini dengan menambah bandwidth di Jayawijaya. Tetapi sampai sekarang, belum ada respon dari Telkomsel,” kata Banua.

Banua menyatakan Pemerintah Kabupaten Jayawijaya akan memanggil Telkomsel untuk mendapatkan penjelasan terkait buruknya layanan internet Telkomsel itu. “Saya ingin mereka bekerja di daerah kita, [karena] kebutuhan yang sangat besar. Apalagi, pelayanan kita sekarang sistem online. Kami akan coba memanggil Telkomsel,” kata Banua.

Banua menegaskan, buruknya kualitas koneksi internet Telkomsel di Jayawijaya mengganggu jalannya pemerintahan, karena ada banyak undangan dan urusan yang dikirimkan atau dikoordinasikan memakai internet. “Pemerintah saja susah apalagi masyarakat umum. Untuk itu, jika ada penyedia jasa layanan selular lain yang ingin masuk ke Jayawijaya, kami terbuka, karena hal ini bicara soal bisnis,” katanya.

Dalam tanggapan tertulis yang diterima Jubi pada Rabu, Manager Network Service Telkomsel Jayapura, Erlyawan Budiman menyatakan hingga saat ini layanan panggilan suara, pesan layanan singkat, maupun koneksi internet Telkomsel di Jayawijaya bergantung kepada teknologi satelit yang kapasitasnya terbatas. Erlyawan menyebut, di Jayawijaya dan kabupaten sekitarnya belum tersedia jaringan kabel fiber optic yang dibutuhkan untuk menambah kapasitas lalu lintas data.

Erlyawan menyatakan Telkomsel menunggu rampungnya pembangunan Palapa Ring Timur yang diharapkan akan menambah kapasitas dan kualitas jaringan telekomunikasi di Jayawijaya maupun kabupaten lain di pegunungan tengah Papua. Setelah proyek itu selesai dibangun, barulah Telkomsel bisa meningkatkan layanan broadband berkualitas di kawasan pegunungan tengah Papua. (*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top