Ketua HAM Uni Eropa desak keadilan untuk Khashoggi

Ketua HAM Uni Eropa desak keadilan untuk Khashoggi

Ilustrasi keadilan, pixabay.com

Khashoggi dibunuh secara kejam di dalam Konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki, Oktober 2018 lalu.

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Washington, Jubi  – Ketua Sub-Komite Hak Asasi Manusia Uni Eropa mendesak keadilan untuk jurnalis Jamal Khashoggi yang dibunuh di kantor kedutaan Arab Saudi di Istambul, Turki. Hal itu disampaikan di kolom opini yang diterbitkan pada Selasa (12/3/2018).

“Pembunuhan Khashoggi secara kejam memperlihatkan bagaimana hak ini telah diinjak-injak oleh pemerintah Arab Saudi,” tulis Antonio Panzeri di Washington Post.

Berita terkait : Senator AS bersumpah desak Trump usut kematian Khashoggi

Warga lokal terlibat pembunuhan Khashoggi

Saudi enggan serahkan tersangka pembunuh Khashoggi

Ia mengatakan pemerintah Raja Salman telah mengikuti jalur yang menuju arah yang berbeda, meskipun melakukan kunjungan ke seluruh dunia untuk menggembar-gemborkan pembaruan di negerinya. “Rejim, meskipun melakukan konsesi kecil, telah terus bertindak dengan cara otoriter dan menindas,” kata Panzeri dikutip Kantor Berita Turki, Anadolu, Rabu, (13/3/2019).

Keperluan untuk membina hubungan dengan negara internasional menjelaskan konsesi yang kadangkala dilakukan oleh putra mahkota. Untungnya, kata Panzeri, masih ada sebagian pemimpin yang memiliki pandangan terbatas dan kecemasan mengenai perdagangan dengan diktator.

Baca juga : Trump enggan dengar rekaman pembunuhan Khashoggi

PBB desak Saudi ungkap jasad Khashoggi

Saudi tolak ekstradisi tersangka pembunuh Khashoggi

Panzeri menekankan UE harus tetap aktif dalam kasus Khashoggi, dan mengatakan akan terus bekerja untuk menjamin bahwa kebenaran mengenai apa yang terjadi pada Khashoggi muncul.

Khashoggi dibunuh secara kejam di dalam Konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki, Oktober 2018 lalu. Kejadian itu tak lama setelah ia memasuki instalasi diplomatik tersebut. Riyadh mulanya membantah Kerajaan itu berperan dalam pembunuhan tersebut tapi sejak itu berusaha menimpakan kesalahan atas kematian Khashoggi pada operasi yang gagal dan dilakukan oleh agen merah.

Berita terkait : Turki tegaskan takkan biarkan pembunuh Khashoggi lolos dari hukuman

Dampak kasus Khashoggi, Jerman hentikan ekspor senjata ke Saudi

Terduga pelaku penghilang Khashoggi tewas mencurigakan

Washington Post menyebutkan pada November lalu CIA menyimpulkan dengan keyakinan tinggi bahwa Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman memerintahkan pembunuhan Khashoggi. (*)

Editor : Edi Faisol

 

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Populer

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)