Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Ketua MRP: Kabar pencabutan Maklumat MRP soal pemulangan mahasiswa hoaks

Ketua Majelis Rakyat Papua, Timotius Murib – Jubi/Roy Ratumakin.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Ketua Majelis Rakyat Papua atau MRP, Timotius Murib memastikan kabar bahwa pihaknya telah menerbitkan maklumat baru untuk mencabut Maklumat MRP Nomor 5/MRP/2019 tentang pemulangan mahasiswa dari luar Papua adalah hoaks. Murib menyatakan Maklumat MRP Nomor 5/MRP/2019 tentang Seruan kepada Mahasiswa Papua di Semua Kota Studi pada Wilayah Negera Kesatuan RI untuk Kembali ke Tanah Papua belum pernah dicabut dan masih berlaku.

Hal itu disampaikan Timotius Murib kepada jurnalis Jubi seusai  rapat anggota MRP di Kota Jayapura, Papua, pada Senin (9/9/2019). “Itu hoaks. MRP baru selesai rapat [dengar pendapat. Rapat itu dilakuan] atas desakan beberapa pihak [yang meminta ada] evaluasi maklumat sebelumnya,” ungkapnya kepada jurnalis Jubi.

Dokumen digital yang dibuat menyerupai Maklumat MRP telah beredar pada Senin. Maklumat palsu itu menyatakan MRP telah mencabut Maklumat MRP Nomor 5/MRP/2019 tertanggal 21 Agustus 2019. Maklumat itu menyatakan seruan agar para mahasiswa Papua yang bersekolah di luar Papua tidak meninggalkan kota studi. Maklumat palsu itu juga menyatakan para mahasiswa Papua yang terlanjur meninggalkan kota studi di luar Papua akan segera kembali ke sekolahnya masing-masing.

Beredarnya maklumat palsu itu menggenapi tekanan dari berbagai pihak kepada MRP untuk mengevaluasi Maklumat MRP Nomor 5/MRP/2019 tentang Seruan kepada Mahasiswa Papua di Semua Kota Studi pada Wilayah Negera Kesatuan RI untuk Kembali ke Tanah Papua. Murib menyatakan sejak MRP menerbitkan maklumat pemulangan mahasiswa Papua pada 21 Agustus, banyak pihak berkeberatan.

Loading...
;

Tekanan dari berbagai pihak itulah yang membuat MRP akan menggelar rapat pada Senin. Rapat MRP pada Senin akhirnya memutuskan MRP meminta setiap pihak yang merasa Maklumat MRP Nomor 5/MRP/2019 harus ditinjau diminta bersurat secara resmi kepada MRP. Jika para pihak telah bersurat secara resmi, barulah MRP akan membuat pertemuan untk mengevaluasi Maklumat MRP Nomor 5/MRP/2019.

“Ada beberapa pihak menyampaikan kepada pimpinan mengevaluasi maklumat tersebut. Dalam rapat [MRP pada Senin] disepakati [bahwa setiap pihak yang merasa perlu revisi, apapun bentuknya, [harus] bersurat secara resmi kepada MRP,” ungkap Murib.

Murib menyatakan MRP sebagai lembaga yang memperjuangkan hak orang asli Papua hanya akan mengevaluasi Maklumat MRP Nomor 5/MRP/2019 jika orang asli Papua merasa berkeberatan atau haknya terancam dengan keberadaan maklumat itu. Sejauh rakyat Papua merasa terlindungi, Maklumat MRP Nomor 5/MRP/2019 tidak akan dicabut. “Saya pikir maklumat itu baik untuk kepentingan orang asli Papua,”ungkapnya.(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top