Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Ketua MRP: Orang asli Papua harus menjaga hutan Papua sebagai paru-paru dunia

Ketua Majelis Rakyat Papua, Timotius Murib – Jubi/Roy Ratumakin.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Ketua Majelis Rakyat Papua atau MRP Timotius Murib mengajak masyarakat adat Papua untuk menjaga julukan Papua sebagai paru-paru dunia. Hutan Papua merupakan hutan menyumbangkan oksigen terbesar ketiga dunia, selain hutan Amazon di Amerika Latin dan hutan Konggo di Afrika Tengah.

Murib menyatakan masyarakat adat di Papua harus menjaga hutan Papua agar tetap menjadi paru-paru dunia. “Yang [bisa] menyelamatkan paru-paru dunia itu manusia Papua, tidak bisa orang lain,”ungkap Murib di Jayapura, Kamis (20/6/2019).

Murib menyebut, jika orang asli Papua bisa menjaga hutan mereka, orang asli Papua bukan hanya menjaga julukan Papua sebagai paru-paru dunia, melainkan memberi sumbangsih besar bagi kehidupan umat manusia di dunia. Jika upaya menjaga hutan Papua itu terlaksana dengan baik, orang asli Papua akan memberikan warisan bernilai tinggi bagi anak cucu orang asli Papua.

Meskipun Murib bangga hutan Papua mendapat julukan paru-paru dunia, Murib juga menyatakan kesedihannya melihat nasib hutan Papua. Hutan di Papua semakin susut dan terancam oleh praktik pembalakan liar dan pembukaan ribuan hektar hutan untuk perkebunan kelapa sawit.

Loading...
;

Murib berharap, upaya melindungi hutan Papua sebagai paru-paru dunia tidak akan menghalangi orang asli Papua untuk mendapatkan manfaat ekonomis dari pemanfaatan hutan secara berkelanjutan. Murib berharap, upaya menjaga sekaligus memanfaatkan hutan di Papua akan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat adat di Papua, antara lain dengan mendapatkan imbal jasa lingkungan atas kontribusi hutan Papua menghasilkan oksigen bagi dunia.

Demas Tokoro, ketua Pokja Adat MRP mengatakan hutan Papua memang dalam ancaman, dan dibutuhkan komitmen serius untuk menyelamatkan hutan di Papua. Tokoro menyatakan pihaknya telah menerima banyak pengaduan dari masyarakat adat di Papua terkait pembukaan hutan dan sengketa hak ulayat mereka.

Tokoro menyatakan MRP akan segera memanggil Dinas Kehutanan Provinsi Papua untuk membicarakan berbagai pengaduan masyarakat adat terkait hutan dan sengketa hak ulayat mereka itu. Ia menyebut, jumlah pengaduan soal pembukaan hutan sama banyaknya dengan jumlah pengaduan sengketa tanah ulayat. (*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top