Ketua yayasan pemilik USTJ menemui para mahasiswa yang berunjukrasa

Ketua yayasan pemilik USTJ menemui para mahasiswa yang berunjukrasa

Presiden mahasiswa USTJ menyerahkan pernyataan sikap dan kajian ilmiah atas kondisi fasilitas kampus dan kualitas kegiatan belajar mengajar di USTJ. – Jubi/Mawel

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Ketua Yayasan Bhineka Tunggal Ika, yayasan pemilik Universitas Sains dan Teknologi Jayapura atau USTJ, Drs M. Ali Kastela MMT menemui para mahasiswa yang mogok kuliah di halaman Rektorat USTJ, Senin (13/5/2019). Kastela mendengarkan orasi para mahasiswa yang menutut perbaikan kondisi fasilitas perkulihan di USTJ.

Langkah Kastela itu merespon tuntutan para mahasiswa yang berunjukrasa pekan lalu, memprotes kondisi fasilitas perkulihan dan kualitas kegiatan belajar mengajar di USTJ. Pada Senin, sejumlah mahasiswa kembali berorasi mengkritik kondisi fasilitas kampus yang dinilai tidak sebanding dengan mahalnya biaya kuliah yang dibayarkan para mahasiswa.

“Kita bayar SPP mahal, 3,7 juta per mahasiswa. Biaya pendaftaran 5 juta. Uang itu ke mana,” ungkap Mohamad Ardhiata RM, mahasiswa Jurusan Farmasi yang berorasi mewakili para mahasiswa Fakultas Kesehatan. Ardhiata menyebut selama ini para ia dan teman-temannya berkuliah tanpa memiliki kelas dan laboratorium tersendiri.

Para mahasiswa farmasi USTJ harus memakai ruang kuliah dan laboratorium yang digunakan secara bergantian dengan mahasiswa fakultas lainnya. Ardhiata antara lain mempersoalkan kualifikasi para dosen pengajar.

“Saya jurusan farmasi. Semua dosen saya seharusnya ahli farmasi. Akan tetapi kami punya hanya dua dosen ahli farmasi. Dosen lainnya adalah ahli kimia. Dua dosen ahli farmasi tidak cukup untuk mendidik kami,” kata Ardhiata.

Fitri, mahasiswa lainnya, mengeluhkan kurangnya jumlah laboratorium dan mikroskop. “Angkatan kami ada 55 mahasiswa, dan harus bergantian jika mau kuliah praktik. Kami bahkan harus menjalani praktik di Universitas Cenderawasih, dan harus membayar Rp100 ribu per orang untuk menjalani praktik di sana,” ungkap Fitri.

Presiden mahasiswa USTJ, Alexander Gobay membacakan sembilan pernyataan sikap. Sembilan pernyataan sikap itu meliputi transparansi dana organisasi mahasiswa, kelayakan penerima beasiswa, besaran SPP yang dinilai terlalu mahal, kurangnya fasilitas kampus, dan tidak bebasnya mahasiswa mengikuti organisasi kemahasiswaan. Gobay juga menyampaikan tuntutan para mahasiwa agar Yayasan Bhineka Tunggal Ika memperbaiki kesejahteraan dosen, mengadakan bus kampus, kehadiran Rektor di kampus, dan dukungan bagi organisasi kemahasiswaan di lingkungan USTJ.

“Saya tidak akan pernah meninggalkan kampus ini sebelum ada perubahan di kampus ini. Kami yang alami, rasakan dan tahu masalah kami. Kami tunggu jawaban dalam satu Minggu. Kalau belum jawab dalam satu Minggu, kami akan ada seperti ini lagi,” kata Gobay, yang menyerahkan dokumen pernyataan sikap itu kepada pihak kampus.

Ali Kastela sejak pagi setia dan sabar mendengar orasi dan tuntutan para mahasiwa. Saat berbicara di depan para pengunjukrasa, Kastela memuji aksi mahasiswa yang sangat cerdas dan berwibawa. Kastela berterima kasih karena mahasiswa dapat merumuskan tuntutan mereka secara tertulis, jelas, dan konkret.

Kastela mengakui kecilnya gaji dosen USTJ dan besaran biaya SPP yang dinilai mahasiswa terlalu mahal telah menjadi perhatian banyak pihak. Ia menjelaskan, yayasan tidak akan bisa secara serta merta menurunkan besaran biaya SPP dan menaikkan gaji dosen, karena dana untuk menggaji dosen bersumber SPP yang dibayarkan para mahasiswa.

Meski demikian, Kastela menyatakan masalah kecilnya gaji para dosen akan menjadi bahan evakuasi yayasan terhadap pihak manajemen USTJ maupun para dosen. Kastela meminta para dosen menyadari manfaat yang didapatkan dengan menjadi dosen USTJ bukan hanya dalam bentuk gaji, namun juga mendapatkan bantuan dari pemerintah untuk melanjutkan pendidikan atau menjalankan riset.

“Mereka bilang gaji kecil, tetapi mereka menerima gaji dari mana-mana, melayani dan mengajar di mana-mana karena statusnya sebagai dosen. Itu yang akan menjadi evaluasi bagi kami,”ungkapnya. (*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Populer

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)